| 110 Views
Ibu Amoral, Wujud Sistem Kapitalis Gagal
Oleh : Wahyuni Mulya
Aliansi Penulis Rindu Islam
Kasus pembuatan video vulgar bersama anak kandung viral di media sosial. Seorang ibu muda di Bekasi berinisial AK, 26, ditangkap Polda Metro Jaya karena kasus ibu cabuli anak. Video asusila yang direkam sendiri oleh AK itu viral di media sosial. AK membuat video asusila itu di tempat tinggalnya di Kampung Pakuning, Desa Sukarahayu, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi.
Kasus serupa di Tangerang Selatan, kasus ini bermotif ekonomi atas permintaan seorang pemilik akun Facebook berinisial IS yang menyuruh pelaku (R) melakukan pelecehan seksual dan merekamnya dalam bentuk video. Ia mengiming-imingi (pelaku) akan diberikan uang Rp 15 juta.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kawiyan mengaku prihatin atas banyaknya kasus pelecehan seksual yang dilakukan orang tua terhadap anak kandungnya. Terkait hal ini, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak pada saat menggunakan media sosial. Selalu waspada, serta tidak mudah percaya, tergiur oleh janji-janji manis ataupun iming-iming diberikan uang dalam jumlah besar, dengan harus melakukan sesuatu perbuatan yang bertentangan dengan norma hukum, agama, dan sosial di masyarakat.
Pengamat masalah perempuan, anak, dan generasi dr. Arum Harjanti menyatakan, sungguh tidak masuk di akal ketika seorang ibu muda tega melakukan tindakan keji pada anak kandungnya sendiri, apalagi masih balita. Maraknya perbuatan asusila/pelecehan seksual dengan pelaku dari keluarga atau kerabat sendiri tidak terlepas dari faktor yang memengaruhinya. Ada beberapa faktor penyebab seorang ibu seperti R melakukan perbuatan asusila kepada anak kandungnya sendiri.
Faktor dari Tindakan Kotor
Pertama, faktor ekonomi. Dalam pengakuannya, R mengaku tergoda melakukan aksi pencabulan kepada anaknya sendiri karena tergiur tawaran uang Rp15 juta. Meski alasan ekonomi, perbuatan R tetap tidak dibenarkan dan haram dilakukan. Dampak buruk akibat perbuatan tersebut jelas akan berpengaruh pada perkembangan mental anak dan kepribadiannya. Hal ini juga makin menegaskan bahwa himpitan ekonomi bisa membuat siapa pun gelap mata, tidak terkecuali seorang ibu.
Kedua, faktor lingkungan dan sosial masyarakat. Tidak bisa kita mungkiri, sistem kehidupan sekuler telah mendegradasi keimanan individu secara drastis. Hari ini kehidupan masyarakat semakin jauh dari nilai-nilai Islam. Tontonan, tayangan, film, konten berbau sensual dan tidak senonoh, lebih banyak menghiasi layar HP dan media sosial. Jika hal ini terus dibiarkan, generasi kita akan terancam dan malapetaka rusaknya moral generasi tidak terelakkan.
Sistem sosial sekuler saat ini dapat membenahi pola pikir dan pola sikap individu yang minim edukasi, literasi, dan tsaqafah Islam seputar rumah tangga? Menikah muda memang tidak salah. Yang salah adalah menikah muda tanpa kesiapan ilmu dalam rumah tangga. Alhasil, ilmu seputar pernikahan dan rumah tangga harus dimiliki sebagai bekal dalam membina rumah tangga sakinah, mawadah, dan penuh rahmat.
Buang Sistem Gagal
Akibat sekularisme, kaum muslim kehilangan gambaran nyata tentang kehidupan Islam yang sesungguhnya. Islam hanya terbatas pada ibadah ritual. Aturan Islam tergantikan dengan hukum sekuler buatan manusia. Aturan inilah yang mendominasi tata pergaulan sosial di masyarakat, padahal Islam sudah memiliki solusi tepat dalam mengatasi maraknya perbuatan asusila dan pelecehan seksual.
Peristiwa ini mencerminkan gagalnya sistem pendidikan dalam mencetak individu berkepribadian Islam dan siap mengemban amanah sebagai ibu. Di sisi lain juga menunjukkan lemahnya negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat, sehingga membuat ibu tergoda melakukan maksiat demi sejumlah uang. Pendidikan keluarga yg berbasis sekularisme membuat ibu kehilangan fitrah. Uang menjadi pilihan saat kesejahteraan tidak menjadi prioritas negara.
Kasus Ibu R dan AK adalah contoh ibu muda yang minim edukasi dan ilmu dalam berumah tangga sehingga mengalami kebimbangan dalam memainkan perannya sebagai seorang istri dan ibu. Ini adalah contoh kecil betapa seharusnya pendidikan pranikah harus dimiliki bagi calon ibu.
Negaralah pihak yang paling bertanggung jawab melaksanakan dan mewujudkan perlindungan dan keamanan bagi rakyat. Sistem pendidikan dan tata pergaulan Islam tidak bisa terlaksana tanpa kehadiran negara sebagai pelaksana dan penerap syariat secara kafah. Negara bisa melakukan kontrol terhadap media serta propaganda yang mengajak pada kemaksiatan. Sudah menjadi tugas negara untuk menjaga generasi agar berkepribadian Islam serta mencegah mereka melakukan kemaksiatan, baik dalam skala individu maupun komunitas.
Demikianlah, Islam memiliki paket lengkap dalam menyiapkan generasi cerdas, keluarga bertakwa, dan masyarakat terbina, Islam memiliki sistem pendidikan yang handal dalam menyiapkan manusia berperan sesuai dengan fitrahnya. Pendidikan dalam keluarga pun dilandaskan kepada ketakwaan. Islam juga memiliki sistem ekonomi yang baik termasuk kemampuan untuk memberikan jaminan kesejahteraan bagi para pencari nafkah.