| 39 Views
Hawwa Muslimah Community Gelar “Buka Puasa & Khatmil Qur’an” di Bogor, Jadi Penutup Program Online Ramadan
CendekiaPos - BOGOR — Menjelang petang, ketika langit Bogor mulai meredup dan Ramadan pelan-pelan menggeser suasana kota menjadi lebih tenang, satu tempat di Baranangsiang tampak berbeda.
Di Raindear Coffee, para muslimah berdatangan dengan nuansa busana senada—touch of cream—membawa wajah yang sama: wajah yang ingin pulang ke suasana yang hangat, bertemu sahabat, dan menutup perjalanan khatmil Al-Qur’an dengan cara yang bermakna.
Selasa, 3 Maret 2026, Hawwa Muslimah Community menggelar acara Buka Puasa Bersama & Khatmil Al-Qur’an bertajuk “Cahaya yang Kita Rayakan.” Bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan puncak dari program khatmil Al-Qur’an online yang selama Ramadan dijalani bersama—lalu ditutup dengan perjumpaan offline sebagai simbol bahwa Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi juga mengikat hati.
Dari Online ke Offline: Khatmil yang Berujung pada Pelukan Ukhuwah
Selama program online berlangsung, para peserta mungkin hanya saling mengenal lewat layar: nama di grup, suara di pertemuan daring, atau pesan-pesan kecil yang menyemangati. Namun pada hari terakhir ini, kebersamaan itu menjadi nyata—duduk berdampingan, saling menyapa, dan merasakan bahwa komunitas bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang untuk saling menguatkan.
Ketua Panitia Syilva Nadhira Balcher menegaskan bahwa kegiatan ini diniatkan sebagai ajang mempererat ukhuwah.
“Ini ajang silah ukhuwah agar para anggota Hawwa bisa saling silaturahmi dan saling support satu sama lain,” ujarnya.
Di tengah kehidupan yang serba cepat, kalimat itu terdengar sederhana—tapi justru itulah yang dicari banyak muslimah: ruang aman untuk bertumbuh bersama, tanpa merasa sendirian.
Rangkaian Acara: Qur’an, Ilmu, Berbagi, dan Buka Puasa
Rangkaian acara disusun mengalir dari inti spiritual ke inti sosial.
Acara dimulai dengan khatam Al-Qur’an bersama, menjadi penanda bahwa perjalanan membaca Al-Qur’an yang dijalani selama Ramadan mencapai titik penutupnya. Setelah itu, suasana bergeser menuju sesi yang lebih “menghidupkan hati”: sharing session bersama Ka Mawa, yang memberi perspektif dan energi baru bagi peserta.
Selanjutnya, ada tausiyah singkat sebagai penguat, sebelum peserta diajak masuk pada sisi Ramadan yang paling lembut: santunan anak yatim dan dhuafa—sebuah pengingat bahwa cahaya Ramadan tidak hanya dirayakan dalam ibadah personal, tetapi juga dalam kepedulian sosial.
Menjelang magrib, suasana berubah semakin hening. Makanan buka puasa disiapkan, doa dipanjatkan, dan ketika adzan berkumandang, para peserta berbuka bersama dalam satu meja besar kebersamaan, lalu menutupnya dengan shalat magrib berjamaah.
Di situlah “cahaya” terasa lengkap: cahaya Qur’an, cahaya ilmu, cahaya berbagi, dan cahaya kebersamaan.
Detail Acara
Acara diselenggarakan pada:
-
Hari/Tanggal: Selasa, 3 Maret 2026
-
Waktu: 14.00–19.00 WIB
-
Tempat: Raindear Coffee, Jl. Kantor Pos Baranangsiang, Kota Bogor
Tamu Undangan: Sosok Inspiratif dan Ruang Sharing Muslimah
Dalam publikasi acara, panitia juga mencantumkan sejumlah pengisi yang dihadirkan untuk menguatkan sesi inspirasi:
-
Wardatina Mawa (Influencer Muslimah)
-
Ir. Hj. Dini Sumaryanti (Founder Komunitas Ibu Hebat)
-
Suci Wahyuni (Founder TW Wedding)
Kehadiran mereka mempertegas bahwa acara ini bukan hanya kumpul-kumpul, tetapi ruang belajar, ruang refleksi, dan ruang pertumbuhan.
Ramadan Mengajarkan Cahaya yang Harus Dibawa Pulang
Lewat “Cahaya yang Kita Rayakan”, Hawwa Muslimah Community seperti ingin menyampaikan pesan yang pelan tapi kuat: bahwa Ramadan bukan hanya tentang target ibadah, melainkan tentang menjaga api kebaikan agar tetap menyala—di rumah, di pertemanan, dan di komunitas.
Dan ketika acara selesai, yang dibawa pulang peserta bukan hanya dokumentasi atau kenangan, melainkan rasa: rasa bahwa bertumbuh dalam iman akan lebih kuat ketika dijalani bersama.