| 16 Views
THR ASN Rp55 Triliun, BHR Ojol Ikut Naik: Menjelang Lebaran 2026, Pemerintah “Suntik” Daya Beli
CendekiaPos — Menjelang Idul Fitri 2026, denyut ekonomi seperti punya irama khas: pusat perbelanjaan mulai ramai, pasar tradisional kembali padat, dan aplikasi pesan-antar makin sering berbunyi. Lebaran selalu menghadirkan satu fenomena yang sama—daya beli naik, perputaran uang kencang—dan tahun ini pemerintah ingin memastikan mesin itu tidak kehilangan tenaga.
Caranya lewat dua kata yang paling ditunggu banyak orang: THR dan BHR.
Di satu sisi, pemerintah menyiapkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur negara. Di sisi lain, untuk pertama kalinya dalam skala yang lebih besar dan lebih “terasa”, Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra ojek online ikut diperkuat—sebagai bagian dari stimulus menjaga konsumsi rumah tangga.
THR ASN Rp55 Triliun: Naik 10%, Lebaran Dijaga Tetap “Hidup”
Pemerintah mengalokasikan Rp55 triliun untuk THR ASN, PPPK, prajurit TNI/Polri, dan pensiunan. Angka ini disebut meningkat sekitar 10% dibanding tahun lalu.
Bagi sebagian orang, angka Rp55 triliun terdengar seperti statistik. Tapi di tingkat rumah tangga, THR adalah cerita yang sangat nyata: biaya mudik, belanja kebutuhan dapur yang naik menjelang Lebaran, baju anak, sedekah, sampai amplop untuk keluarga.
Di banyak keluarga, THR bukan soal “tambahan”—melainkan penyangga agar Lebaran tetap berjalan tanpa harus menambah utang.
BHR Ojol Rp220 Miliar: Bonus yang Membuat Driver “Tidak Sendirian”
Jika THR berbicara tentang aparatur negara, BHR berbicara tentang mereka yang bekerja di jalanan—para mitra pengemudi ojek online yang menjadi bagian penting dari ekonomi harian.
Tahun ini, BHR disebut akan diberikan kepada lebih dari 850.000 mitra dengan nilai total sekitar Rp220 miliar.
Rinciannya, GoTo dan Grab menyiapkan dana agregat sekitar Rp100–110 miliar pada 2026—dua kali lipat dibanding tahun lalu yang sekitar Rp50 miliar. Masing-masing platform menyalurkan BHR kepada sekitar 400.000 mitra, sehingga total penerima dari keduanya mencapai sekitar 800.000 mitra.
Sementara itu, Maxim menetapkan 51.000 mitra produktif sebagai penerima BHR 2026—melonjak tajam dari tahun sebelumnya yang sekitar 1.000 mitra. Lalu inDrive juga menyatakan komitmen membagikan BHR kepada sekitar 500 pengemudi.
Di level lapangan, BHR mungkin tidak langsung mengubah hidup seseorang dalam semalam. Tapi bagi banyak pengemudi, bonus Lebaran punya makna emosional: “ada pengakuan”, “ada perhatian”, “ada ruang bernapas” ketika biaya hidup naik.
Lebaran bagi driver bukan hanya urusan belanja. Banyak yang mengejar target harian agar bisa:
-
memulangkan keluarga,
-
membeli kebutuhan sekolah anak setelah libur,
-
atau sekadar menutup cicilan yang menumpuk.
Ketika bonus naik, yang ikut naik bukan cuma angka, tapi juga rasa dihargai.
Airlangga: “Ekonomi Kuartal I Bisa Lebih Tinggi”
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut peningkatan THR dan BHR diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026.
“Sehingga tentunya kami berharap pertumbuhan ekonomi di kuartal I ini akan lebih tinggi dibandingkan kuartal IV tahun lalu,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Pemerintah menargetkan, dengan stimulus tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2026 berada pada kisaran 5,5%–5,6%.
Mengapa THR dan BHR dianggap penting?
Dalam ekonomi Indonesia, konsumsi rumah tangga adalah salah satu mesin terbesar. Menjelang Lebaran, konsumsi biasanya melonjak karena:
-
kebutuhan pokok meningkat,
-
tradisi berbagi dan belanja keluarga,
-
mobilitas mudik dan wisata lokal,
-
serta aktivitas UMKM yang ikut terdorong.
Karena itu, THR dan BHR diposisikan bukan hanya “kebijakan sosial”, tetapi juga alat menjaga momentum: agar uang berputar, pedagang tidak sepi, jasa transportasi bergerak, dan sektor ritel tetap ramai.
Lebaran Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Momentum Ekonomi
Pada akhirnya, THR dan BHR selalu punya dua wajah.
Wajah pertama: kebahagiaan keluarga—mudik, silaturahmi, berbagi.
Wajah kedua: energi ekonomi—pasar bergerak, UMKM hidup, transaksi naik.
Tahun ini, ketika THR ASN naik menjadi Rp55 triliun dan BHR ojol ikut menguat, pemerintah berharap momentum Lebaran bukan hanya ramai di jalan, tetapi juga kuat di angka pertumbuhan.