| 9 Views
Angkot Tua Terancam Masuk Kandang
Oleh : Ummi Uqie
Bogor
Euforia tahun baru tak serta merta membawa harapan baru yang lebih baik bagi pengendara maupun pemilik angkutan Kota atau angkot yang jumlahnya tak sedikit di wilayah Pemkot Bogor. Di tengah ancaman penertiban mereka resah menjalani hari-hari di jalanan Kota Bogor yang setiap saat terintai penertiban angkot tua dengan usia lebih dari 20 tahun sesuai wacana penghapusan yang digulirkan pihak pemkot.
Terdata ada sekitar 1.854 angkutan kota dengan kategori tersebut yang menjadi target penindakan. "Akan distop layanannya dan dikandangkan" kata Sujatmiko , Kepala Dishub Kota Bogor.
Namun, program Walikota Bogor Dedi Rachiem yang mulai serius dilaksanakan di tahun 2016 ini tentu tak begitu saja diterima oleh para pelaku usaha angkutan umum, baik sopir maupun pemilik kendaraan. Karena penghapusan angkot meskipun dengan dalih usia kendaraan yang sudah tidak layak operasi berarti menghapus sumber mata pencaharian.
Akan berapa banyak kepala keluarga yang kehilangan pekerjaannya dan pastilah akan berdampak pada kesejahteraan keluarganya.
Sementara wacana angkot pengganti tidak terdengar selain isu pengoperasian trem yang belum terlihat sebagai solusi.
Di sini lain, baik para pelaku usaha angkot maupun warga menyatakan bahwa angkot merupakan moda transportasi penting yang masih sangat dibutuhkan. Disamping murah,angkot juga mampu menjangkau wilayah-wilayah pinggiran.
Bentuk lain dari protes pelaku usaha angkot atas keresahan tersebut, adalah terjadilah aksi mogok operasi beberapa waktu lalu. Namun tidak mengubah keputusan pihak pemkot untuk menghapus angkot-angkot tua.
Akhirnya, demi tetap mendapatkan pemasukan
mereka tetap beroperasi meskipun harus kucing-kucingan dengan petugas demi menghindari tilang.
Jika saja wacana tersebut dibarengi dengan solusi, misalnya terjaminnya kesejahteraan oleh pemerintah atau lapangan pekerjaan lain agar pendapatan keluarga tidak terputus, tentulah niat baik pemkot untuk meningkatkan layanan publik bagi pengguna transportasi umum tidak akan menimbulkan masalah baru.
Bukan hanya tentang angkot, pada banyak kasus, pemerintah seringkali membuat putusan yang berdampak pada pengabaian hak dan kesejahteraan warganya. Sebagai sebuah sistem yang mengaku melayani, ternyata lebih sering melukai.
Ternyata kita memang sangat butuh naungan yang lebih dari sekedar sistem, sesuatu yang menjamin rakyat bukan sekedar sumber penghasilannya saja, tapi juga ibadahnya, keamanannya,kesehatannya,pendidikannya, semuanya. Kita butuh sebuah kedaulatan yang tegak menaungi dan membentengi kehidupan manusia secara menyeluruh.
Tentunya ini adalah harapan besar bagi setiap insan.
Allahu A'lam bisshowwab