| 75 Views
Suplai Bantuan Diblokade, Palestina Butuh Kita
Oleh : Fahna Al-Hafidzah
Khairu Ummah Al-Hufadz
Kejahatan zionis Israel yang kian hari kian menjadi, sejak zaman dulu sampai sekarang ini masih belum juga berhenti. Mereka dengan seenaknya menyerang, membombardir. Menghilangkan banyak nyawa dan sekarang mereka menjadikan kelaparan sebagai alat genosida. Sungguh keterlaluan dan tidak berperikemanusiaan!
Komite khusus PBB telah menyelidiki praktik-praktik Israel di wilayah Palestina-Arab. Memperingatkan bahwa dunia ini sedang menyaksikan kemungkinan-kemungkinan terjadinya 'nakba' kedua. Nakba berasal dari bahasa Arab yang artinya malapetaka. Memang dulu, pada tahun 1948 pernah terjadi pengusiran sekitar 750.000 warga Palestina dalam rangka pembentukan negara Israel.
"Peristiwa ini juga disertai penghancuran dan pembantaian dari 500 desa Arab. Sambil memperluas perampasan tanah, Israel memang terus menyebabkan penderitaan yang tidak terbayangkan. Apa yang kita saksikan sekarang bisa jadi adalah nakba lainnya," Ucap komite khusus PBB.
Komite khusus PBB juga menyoroti penggunaan blokade terhadap Gaza sebagai bentuk senjata kelaparan dengan dengan tujuan untuk memusnahkan seluruh populasi. Padahal truk makanan hanya berjarak beberapa kilometer saja untuk mengantarkan bantuan kepada Palestina, inilah salah satu kenyataan pahit yang dialami oleh warga Gaza.
Sungguh tidak bisa dimengerti, kekejaman dan kejahatan zionis Israel yang semakin menjadi. Mereka memang manusia keji yang tidak memiliki hati. Sampai saat ini, mereka terus melakukan genosida dengan cara sengaja memblokade masuknya bantuan makanan dan membiarkan warga Gaza dalam keadaan kelaparan yang parah. Ini bukti bahwa mereka menyerang dengan cara yang keji dan tidak kesatriaan.
Mirisnya dalam kondisi parah yang menyedihkan ini. Para penguasa negeri muslim belum juga melakukan pembelaan maupun bantuan yang nyata dengan mengirimkan pasukan-pasukan untuk menyerang dan mengusir penjajah ini. Padahal seruan jihad sudah bergema di seluruh penjuru dunia. Kurang keras apa? Nyatanya bukan mereka yang tidak mendengarnya, tapi hatinya lah yang belum terbuka.
Seandainya umat memiliki pelindung berupa negara Islam, kondisi seperti ini pasti tidak akan mungkin terjadi. Negara Islam akan senantiasa melindungi rakyatnya dari penjajahan dalam bentuk apapun. Namun sayangnya hari ini juga negara Islam belum juga ada, sehingga persoalan Palestina belum ada yang bisa menuntaskan.
Maka dari itu, perlu ada perjuangan untuk kembali menegakkannya, dan perjuangan ini telah diawali oleh partai Islame Ideologis. Umat hanya perlu sadar agar siap berjuang bersama partai ini. Karena hanya partai inilah yang siap dan konsisten untuk terus memperjuangkan tegaknga aturan Allah secara Kaffah dalam bingkai negara Islam.
WalLahu a'lam bi ash-showwab.