| 21 Views
Sekolah Tanpa Adab, lahirkan Generasi Tanpa Hormat
Oleh: Kiki Puspita
Sebuah Video viral di media sosial memperlihatkan perilaku tidak pantas sejumlah siswa terhadap gurunya di dalam kelas. Dalam rekaman tersebut, tampak siswa mengejek bahkan menunjuk dengan mengacungkan gestur jari tengah, sebuah simbol penghinaan yang jelas mencedrai kehormatan seorang pendidik atau guru. Peristiwa itu terjadi di SMAN 1 Purwakarta. (detik.com).
Aksi para siswa tersebut pun akhirnya menuai kecaman luas karena dinilai mencerminkan krisis nilai etika dan penghormatan terhadap guru di lingkungan sekolah. Dedi Muliyadi, gubernur Jawa Barat merespon kejadian tersebut dengan mengatakan ''saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologinya saya sudah mendengarkan paparan dari Dinas Pendidikan, '' kata Dedi dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026). Dedi menuturkan, orang tua dari para siswa telah dipanggil ke sekolah dan pihak sekolah telah mengambil langkah awal dengan menjatuhkan sanksi skorsing selama 19 hari kepada siswa yang terlibat. (detik.com).
Perlu kita sadari bersama, bahwa peristiwa ini sejatinya bukan sekedar kenakalan remaja biasa. Peristiwa ini adalah potret nyata krisis moral yang kian mengakar dalam sistem pendidikan hari ini. Sekolah memang telah memberikan sanksi kepada para siswa, berupa skorsing selama 19 hari. Namun, apakah sanksi itu benar-benar mampu memperbaiki karakter siswa?
Kasus pelecehan terhadap guru seperti yang terjadi di Purwakarta sejatinya menunjukan kepada kita semua bahwa, persoalan utamanya bukan sekedar kepada individunya saja. Melainkan kepada sistem yang membentuk mereka.
Sistem pendidikan sekuler saat ini, yang cenderung memisahkan nilai agama dari kehidupan telah gagal dalam membentuk karakteristik yang mulia pada generasi. Akibatnya, adap untuk menghormati guru sudah tidak ada lagi dalam jiwa para generasi. Padahal, Islam menempatkan adab sebagai bagian yang penting dalam kehidupan. Allah Swt. berfirman "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, boleh jadi mereka lebih baik dari mereka..."(QS. Al-Hujurat:11). Ayat ini, menegaskan larangan merendahkan orang lain, apalagi seorang guru yang memiliki kedudukan mulia sebagainya penyampai ilmu.
Peran media massa yang menjadikan budaya ''Viral'' sebagai tolak ukur dalam masyarakat membuat siswa justru melakukan tindakan yang tidak pantas demi mendapatkan perhatian, pengakuan, atau sekedar dianggap "keren" di mata teman sebayanya. Kasus ini juga mengungkap lemahnya posisi guru dalam sistem pendidikan saat ini. Tidak sedikit guru justru merasa khawatir untuk mendisiplinkan siswa, karena takut akan tuntutan hukum dan tekanan dari orang tua.
Program "Profil Pelajar Pancasila" yang di gaung-gaungkan oleh pemerintah terbukti tak mampu membentuk karakteristik dan akhlak yang mulia dalam diri para siswa. Nilai- nilai yang diajarkan sering kali hanya berhenti pada dokumen kurikulum saja, tanpa adanya tindakan nyata yang mampu membentuk kepribadian siswa.
Untuk mengatasi persoalan ini secara mendasar maka diperlukan perubahan paradigma dalam sistem pendidikan yaitu sistem pendidikan dalam sistem Islam. Yang mana kurikulum dibangun atas landasan aqidah yang kokoh sehingga mampu melahirkan generasi dengan kepribadian yang utuh. Pola pikir dan Pola sikap yang selaras dengan syariat Islam Islam juga menekankan Pentingnya menjaga kehormatan dan lisan dimana Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-isra:53 "Dan katakanlah kepada hamba-hambaku agar mereka mengucapkan perkataan yang baik". Ayat ini menegaskan bahwa ucapan harus dijaga dengan baik dan tidak digunakan untuk menghina atau merendahkan seseorang terlebih kepada guru.
Sanksi yang mendidik dan memberikan Efek Jera dalam sistem Islam akan ditegakkan sebagai penebus kesalahan, dan sebagai pencegah. hukuman dalam sistem Islam, tidak hanya bertujuan diberikan kepada pelaku saja, tetapi juga memperbaiki pelaku dan menjaga orang-orang melakukan hal yang serupa. Sudah saatnya pendidikan di kembalikan pada tujuan Hakiki yaitu membentuk manusia yang berilmu dan beradab dengan penerapan sistem Islam. Karena tanpa adab yang mulia, ilmu hanya akan melahirkan kerusakan.
Waulohualam bi ash-shawaab.