| 43 Views
Refleksi Muharram: Mewujudkan Kebangkitan Umat Terbaik Yang Hakiki Hanya Dalam Naungan Islam Kaffah
Oleh : Sumarni Ummu Suci
Berdasarkan kalender Hijriyah Kemenag tahun baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriyah jatuh pada Jum'at 27 Juni 2025. (Dikutip: www.beritasatu.com)
Sayangnya tahun baru Islam kali ini masih di warnai dengan berbagai persoalan yang masih terus menimpa umat Islam dan nasib umat makin suram.
Genosida Palestina masih terus terjadi ditengah penghianatan penguasa negeri muslim. Mereka tidak bergerak sama sekali untuk mengirim pasukan ke Gaza.
Umat Islam di Gaza masih di jajah oleh zionis. Mereka dibuat mati kelaparan. Bahkan ketika bantuan makanan masuk, umat Islam di Gaza harus bertaruh nyawa untuk sekedar mengambil bantuan makanan itu. Karena tentara zionis juga menyerang tempat pembagian bantuan makanan.
Selain polemik penjajahan Palestina, terjadi perang antara Iran dan zionis yang mengundang beragam respon.
Seharusnya tahun baru Islam bukan sekedar perayaan tahunan. Pergantian tahun adalah momentum untuk introspeksi bagi umat Islam. Allah Ta'ala melabeli umat Islam sebagai umat yang terbaik.
Allah SWT berfirman :
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ
"Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia". (QS. Al - Imran : 110)
Sahabat Umar bin Khattab ra. pernah mengatakan bahwa :
"Barang siapa yang ingin dirinya termasuk golongan umat ini hendaklah ia menunaikan syarat yang di tetapkan oleh Allah di dalamnya".
Atsar ini diriwayatkan oleh Ibnu jamir. Dengan demikian sebenarnya jati diri umat Islam adalah sebagai pembawa cahaya bagi kehidupan.
Umat Islam akan memimpin umat yang lain agar meninggalkan kegelapan, kebodohan, kehinaan lalu mengambil cahaya Islam.
Karena itu aktivitas amar ma' ruf nahi munkar memang sudah seharusnya menjadi aktivitas yang melekat di dalam diri umat Islam.
Itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Beliau tanpa lelah melakukan dakwah di Makkah dan sekitarnya serta mengajak manusia kepada kemuliaan Islam.
Hingga akhirnya Rasulullah mendapatkan kekuasaan yang menolong (Sulthanan Nashira) dari tangan Sa'ad bin Mu'adz yaitu seorang tokoh dari suku Aus pemimpin Bani Ashal.
Melalui kekuasaan itu Rasulullah akhirnya bisa menerapkan Islam secara kaffah dalam sebuah institusi negara bernama negara Islam.
Karena itulah Rasulullah Saw dan para sahabat hijrah dari Mekkah ke Madinah bukan dalam rangka menyelamatkan diri dari siksaan kaum kafir Quraisy karena keteguhan hati mereka memegang islam melainkan hijrah untuk beralih dari darul kufur ke darul Islam (negara Islam).
Inilah momen manusia berpindah dari kegelapan menuju cahaya Islam dalam naungan negara Islam di Madinah. Kemudian peristiwa hijrahnya Rasulullah ke darul Islam di Madinah ini di peringati sebagai 1 Muharram.
Sayangnya hari ini predikat sebagai umat terbaik tak tampak nyata dalam kehidupan. Jangankan menjadi pemimpin umat yang lain menuju cahaya Islam kaum muslimin justru terpuruk dalam lembah kehinaan dan kenestapaan.
Genosida di Palestina, carut marutnya kehidupan umat Islam dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, jauhnya generasi Islam dari ajaran Islam yang murni, rusaknya kehidupan bernegara dan bermasyarakat umat Islam, tersekatnya umat Islam dengan nasionalisme adalah realita rusak yang jauh dari standar khairu ummah.
Umat Islam sudah seharusnya merenungi bahwa kondisi buruk yang mereka alami adalah akibat dari mereka jauh dari aturan Allah Ta'ala.
Allah telah memperingatkan hal tersebut dalam QS. Thoha ayat 124
وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى
Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”
Keterpurukan umat Islam hari ini mengakibatkan umat Islam tidak lagi menjadi Khoiru ummah. Sebabnya adalah umat Islam tidak lagi berpegang teguh pada aturan Allah dalam setiap sendi kehidupan.
Umat Islam mengambil pemikiran Barat yaitu sekulerisme sebagai keyakinannya. Padahal ia adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan.
Sementara itu sistem kehidupan umat Islam berada dibawah ideologi Kapitalisme. Sistem kehidupan yang menjadikan materi sebagai tujuan hidup, akibatnya umat Islam diperdaya dan direndahkan oleh Barat.
Satu - satunya cara untuk meraih kembali kemuliaan adalah dengan kembali kepada aturan Allah dan menerapkannya dalam kehidupan secara kaffah.
Jadi umat Islam hari ini harus menyadari bahwa solusi tuntas semua keterpurukan ini hanya dapat terwujud dengan hadirnya institusi negara Islam yakni "Daulah Khilafah" yang akan menjadi institusi junnah (perisai) bagi umat Islam.
Namun berdirinya khilafah membutuhkan perjuangan. Perjuangan seperti ini menuntut adanya bimbingan dari jamaah dakwah Islam ideologis yang tulus dan istiqamah berjuang dijalan Allah
Jamaah tersebut mengambil metode dakwah Rasulullah sebagai metode dakwahnya. insyaaAllah perjuangan umat bersama jamaah dakwah Islam ideologis akan menghantarkan umat kepada kemuliaan sebagai Khoiru ummah kembali.
Wallahua'lam bissawab