| 386 Views
Rajab, Bulan Kemuliaan Umat Islam
Oleh : Yanyan Loyanti
Rajab adalah salah satu bulan di antara empat bulan yang Allah muliakan seperti yang termaktub dalam Surah at-Taubah ayat 36. Begitu juga dalam hadist Rasulullah SAW:
"Setahun ada 12 bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (mulia). Tiga bulan berturut-turut yaitu dzulqadah, dzulhijjah, muharam, dan Rajab Mudhar yang Berada di antara Jumada dan Sya'ban
(HR al-Bukhari dan Muslim)
Hadist tersebut menunjukan kemuliaan bulan Rajab karena Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Maka dari itu, di bulan Rajab ini harus diisi dengan berbagai amal sholih. Juga menjauhi berbagai perbuatan dosa dan maksiat. Allah SWT secara khusus mengistimewakan bulan Rajab hingga dosa atas kemaksiatan yang dilakukan di dalamnya lebih besar dan dilipat gandakan dosa. Begitu pula dengam pahala atas amal sholih yang dilakukan di dalamnya juga lebih banyak.
Selain bulan yang dimuliakan dalam islam Rajab juga termasuk bulan bulan yang di dalamnya terjadi banyak peristiwa penting yang menunjukan kemuliaan Islam diantaranya peristiwa Isra Mi'raj yang diabadikan dalam Al-Qur'an.
Dalam peristiwa Isra Mi'raj Rasulullah SAW mendapatkan perintah kewajiban sholat lima waktu yang diwajibkan kepada umatnya. Di momen Rajab juga ada peristiwa Perang Tabuk antara kaum muslimin melawan kekaisaran Bizantium (Romawi timur). Juga peristiwa Perang Yarmuk yakni pertempuran terbesar antara pasukan Khilafah Islam melawan pasukan kekaisaran Romawi. Peperangan ini berlangsung selama enam hari dan dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin. Kemenangan ini sekaligus menandai keruntuhan kekuasaan Romawi di Wilayah Syam dan membuka jalan bagi pasukan kaum muslim untuk menaklukan wilayah Palestina, Mesir, dan sekitarnya.
Terjadi juga momen pembebasan Baitul Maqdis untuk yang pertama terjadi pada bulan Rajab tahun ke 15 (617 M). Lalu, Peristiwa yang ke lima yaitu pembebasan Baitul Maqdis yang ke dua kalinya. Ini merupakan peristiwa monumental dalam sejarah Islam.
Yang ke enam terjadi peristiwa kelam yakni jatuhnya Khilafah Utsmaniyah. Ini terjadi pada tanggal 27 rajab 1342 H (2 Maret 1924 M). Tragedi besar tersebut sangat penting dalam sejarah Islam karena khilafah merupakan simbol persatuan kaum muslimin sedunia dan penegakkan syariat Islam secara global selama lebih dari 1300 tahun. Sejak keruntuhan Khilafah, Islam terpecah pecah menjadi lebih dari 50 negara yang lemah tak berdaya di bawah kekuasaan negara-negara kafir. Sejak keruntuhan Khilafah itu pula Baitul Maqdis di Palestina jatuh di bawah kekuasaan kaum kafir yakni zionis Yahudi hingga hari ini.
Kini umat harus berpikir bagaimana mengembalikan lagi kemuliaan umat Islam. Umat harus yakin bahwa umat Islam itu umat terbaik (Khoyru Ummah) sebagaimana firman Allah dalam surat al-Imran ayat 110.
Sayang, dalam realitasnya umat islam saat ini kondisinya justru terpuruk bahkan menjadi bulan-bulanan negara-negara kafir. Pembantaian kaum muslimin di Palestina yang terus berlangsung hingga saat ini hanyalah salah satu bukti tragisnya kondisi umat Islam saat ini.
Pertanyaanya, bagaimana agar umat Islam kembali meraih posisi sebagai umat terbaik (khoyru ummah) sebagaimana dulu? Bagaimana pula umat Islam bisa membebaskan kembali Baitul Maqdis di bawah cengkraman zionis Yahudi?
Jawabannya jelas, umat Islam di dunia harus menegakkan kembali Khilafah Islam. Pasalnya, mereka pernah meraih posisi sebagai umat terbaik pada era kekhilafahan Islam selama 1300 tahun. Dengan adanya Khilafah, umat memiliki kepemimpinan tunggal yang mampu menggalang kekuatan di seluruh dunia untuk menghadapi musuh-musuh Islam.
Alhasil, umat Islam wajib berjuang menegakkan jembali Khilafah Islam Global. Hanya dengan Khilafah umat Islam dapat mengembalikan kehormatan mereka dan mengalahkan musuh. Hanya dengan Khilafah pula umat Islam bisa membebaskan kembali Baitul Maqdis sekaligus menyelamatkan kaum muslim Palestina dan kaum muslim yang tertindas di berbagai negeri lainnya dengan Jihad fiisabililah.
Wallahu'alam bishawab