| 53 Views
Perempuan dan Anak Membutuhkan Jaminan perlindungan Siber dari Negara
Oleh: Siti Rofiqoh
Kemajuan teknologi yang terus meningkat pada hari ini, membawa banyak dampak positif yang dapat membantu dan memudahkan pekerjaan manusia. Selain itu dengan adanya kemajuan teknologi kita bisa menambah insight kita.
Orang yang dulunya tidak melek dengan perkara dunia luar, politik, ekonomi negara, dan semua topik trending yang sedang terjadi baik di dalam maupun di luar negeri.
Hal ini dikarenakan keterbatasan teknologi.
Sekarang dengan adanya kemajuan teknologi kita bisa mengakses apapun di dunia maya, kita bisa mengikuti perkembangan yang ada di suatu wilayah atau di luar negeri dan kemajuan teknologi juga mempermudah pekerjaan manusia.
Kemajuan teknologi yang bisa mengakses apapun secara bebas di dunia maya, ternyata punya dampak negatif yang sama besarnya, ketika kemajuan teknologi disalahgunakan. Maka kita memerlukan penanganan yang tepat agar kita bisa mengikuti arus kemajuan teknologi dengan baik dan benar.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan keluarga/kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan bahwa remaja Indonesia kini memiliki ketergantungan berlebih pada handphone atau gawai. Menurutnya, penggunaan gawai yang terlalu masif di usia remaja dapat menjadikan generasi muda semakin rentan terhadap ancaman cyber. (Tempo.com 11/07/2025).
Salah satu dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari kemajuan teknologi hari ini adalah kejahatan dunia maya atau cyber yang menyerang generasi muda. Tentu ini sangat menjadi ancaman dan tantangan bagi kita semua yang memiliki anak remaja dengan arus kemajuan teknologi hari ini.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan penggunaan gawai pada remaja menjadi tantangan dalam rangka mencapai bonus demografi.
Berdasarkan survei State of Mobile 2024, durasi rata-rata penggunaan gawai di Indonesia bahkan paling tinggi di dunia, mencapai 6,05 jam per hari.
“Sekarang anak-anak remaja ini kedatangan keluarga baru, namanya handphone. Itu sekarang sudah jadi keluarga," ujar dia di Jakarta, Rabu. (Tempo.com)
Karena sering kita jumpai anak-anak pada hari ini, mereka lebih banyak menghabiskan waktunya dengan handphone dibandingkan dengan aktivitas di dunia nyata. Mereka lebih update dengan berita luar dan menelan berita secara mentah-mentah. Tanpa filtrasi apa yang sedang dikonsumsi.
Jadi wajar kita merasa khawatir dengan nasib generasi kita di masa depan dengan adanya kemajuan teknologi hari ini.
Tercatat sebanyak 11.800 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 1 Januari hingga Juni 2025. Kemudian, dari awal Januari hingga 7 Juli 2025 totalnya sudah mencapai 13.000 kasus,” .
Bila melihat angka dari 72 juta keluarga di Indonesia yang telah terdata oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN dalam Pendataan keluarga, ada 36.601.145 yang memiliki anak remaja berumur 10-24 tahun. (Tempo.com)
Data-data di atas penting untuk menjadi koreksi bagi negara dalam menentukan generasi emas 2045. Jika keadaan seperti ini terus-menerus dibiarkan maka generasi kita terancam menjadi generasi cemas.
Hal ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh sekelompok individu, komunitas ataupun segelintir orang, tetapi butuh peran negara untuk membatasi dan menyelaraskan kemajuan teknologi sesuai dengan kebutuhan dan digunakan dengan bijak oleh rakyat dan generasi muda.
Mengacu dari survei National Center On missing and Exploited Children (NCMEC), Indonesia saat ini menempati peringkat kedua di kawasan Asia Tenggarang dengan jumlah kasus pornografi anak di ruang digital.
Penggunaan teknologi yang bebas mengakses media apapun, bisa disalahgunakan di tangan para generasi muda. Memanfaatkan fasilitas dengan tidak bertanggung jawab.
Ada banyak anak yang terserang kasus pornografi di dunia maya, kasus terhadap kekerasan wanita dan kejahatan cyber crime lainnya.
Peran orang tua juga dibutuhkan dalam membentuk generasi emas 2045. Bahkan generasi cemas sekalipun tidak terlepas dari peran orang tua dan negara. Orang tua yang membiarkan anaknya dengan dunia handphone tanpa pengawasan ini sangat berbahaya.
Karena handphone sangat mempengaruhi algoritma. Mereka akan lebih mudah mendengarkan apa yang dia dengar dari handphone dibandingkan orang tuanya.
Dengan demikian, kemajuan teknologi ini bisa menyebabkan dampak positif yang besar maupun dampak negatif yang besar. Tergantung bagaimana negara mengelola dan membatasi penggunaan teknologi tersebut.
Jika hari ini kita melihat banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari kemajuan teknologi. Semua itu tidak terlepas dari kebijakan Sistem Kapitalisme yang bebas tanpa aturan.
Lajunya arus digitalisasi yang di tengarai pun membawa banyak keuntungan materi sehingga aspek keselamatan tidak lagi menjadi prioritas dan perhatian selama itu bisa mendatangkan keuntungan. Inilah buah hasil dari penggunaan teknologi tanpa ilmu dan keimanan.
Ditambah lagi dengan sistem pendidikan berbasis sekuler yang menghasilkan generasi yang jauh dari pemahaman Islam dan minim terhadap literasi digital, sehingga mudah menelan semua hasil informasi dan membuat cybercrime semakin merajalela.
Sampai sejauh ini penguasa kita belum ada melakukan aksi nyata untuk solusi tuntas Terhadap permasalahan ini .
Maka dari itu, untuk mendapatkan manfaat dari kemajuan teknologi, maka negara harus membangun sistem teknologi digital yang mandiri tanpa ketergantungan pada infrastruktur teknologi asing. Karena dengan teknologi yang kita miliki sendiri maka negara mampu mewujudkan informasi sehat bagi masyarakatnya, ruang cyber akan syar'i dan bebas dari kejahatan dunia maya juga kekerasan terhadap wanita.
Ini semua hanya bisa dilakukan oleh negara yang mau menerapkan Islam secara kaffah yang mengambil seluruh aturan Allah dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Maka hari ini Umat membutuhkan peran negara yang mampu menjadi Junnah (pelindung dan penjaga rakyat). Hal ini hanya akan terwujud dengan tegaknya Khilafah.
Khilafah akan memberikan arahan pada perkembangan teknologi termasuk dunia cyber. Juga panduan dalam memanfaatkan dan semua itu untuk menjaga kemuliaan manusia dan keselamatan dunia akhirat.
Dengan kata lain Solusi dari permasalahan ini tidak lain tidak bukan hanyalah dengan tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah.
Wallahu'alam