| 263 Views

Negara Gagal Menjamin Makanan Halal dan Thayyib Bagi Rakyatnya

Oleh : Paramita, A.Md.Kes

Mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib sangat memengaruhi kesehatan manusia terutama pada anak-anak, karena apabila salah mengonsumsi makanan dan minuman akan berdampak pada keberlanjutan kehidupan.

Makanan Thayyib Sulit Didapat 

Cuci darah pada anak belakangan ini marak diberitakan. Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa tidak ada laporan peningkatan kasus gagal ginjal pada anak. Hal ini disampaikan dr. Piprim merespon ramainya isu tentang banyaknya anak yang menjalani terapi cuci darah di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Menurut beliau, terapi cuci darah pada anak sudah biasa dilakukan sejak lama dan tidak hanya disebabkan oleh gaya hidup. Faktor lain yang menjadi penyebabnya adalah kelainan bawaan pada ginjal dan saluran kemih yang dialami oleh anak sejak lahir dan ada juga sindrom nefrotik yang memicu terjadinya gangguan pada ginjal (CNNIndonesia, 26/07/2024).

Dokter spesialis anak di RSCM, Eka Laksmini Hidayati, mengakui bahwa pihaknya membuka layanan cuci darah untuk anak dengan total pasien sekitar 60 orang dan rata-rata usianya adalah 12 tahun ke atas (usia remaja). Eka juga menjelaskan bahwa tidak semua rumah sakit menyediakan layanan cuci darah sehingga banyak pasien yang drdirujuk ke RSCM sehingga terlihat melonjak.

Selain itu, dr. Eka juga mengatakan bahwa ada banyak faktor yang bisa meningkatkan resiko terkena gagal ginjal. Salah satunya karena lifestyle yaitu kebiasaan konsumsi makanan dan minuman kemasan yang tinggi gula (CNNIndonesia, 26/07/2024).

Saat ini diabetes tidak hanya diderita oleh orang tua, remaja bahkan anak-anak sudah cukup banyak yang terdiagnosis diabetes akibat konsumsi pangan dengan kandungan gula tinggi. Baik berasal dari gula tambahan pada makanan kemasan, ataupun karbohidrat dan gula alami pada makanan yang dikonsumsi secara tidak bijak. Hal ini diperparah dengan kurangnya aktifitas fisik dan justru lebih banyak memanfaatkan waktu bermain dengan gadget.

RSUD Kota Mataram bahkan menyiapkan peralatan untuk melayani cuci darah akibat tidak optimalnya fungsi ginjal (Suarantb.com, 02/08/2024).

Berdasarkan fakta yang teramati di daerah penulis, penjual es teh manis maupun minuman dingin yang serba manis sangat mudah ditemukan karena dijajakan di pinggir jalan dengan jarak antar pedagang hanya hitungan beberapa meter saja. Mayoritas di antaranya tidak memiliki izin. Jikapun ada yang berizin, maka belum tentu kadar gula yang digunakan pada tiap sajian mematuhi kadar maksimal yang direkomendasikan ahli.

Sistem Sekuler Kapitalisme Gagal Menjamin Keamanan Pangan Masyarakat 

Makanan tinggi gula dan makanan kemasan saat ini sangat diminati oleh semua kalangan, baik orang dewasa maupun anak-anak. Selain cita rasanya yang enak, praktis dan sangat mudah dijangkau. Meskipun tidak ada lonjakan angka anak penderita gagal ginjal yang berujung cuci darah, keberadaan kasus ini perlu menjadi perhatian kita karena sebagian kasus erat kaitannya dengan pola konsumsi yang salah atau tidak sehat. Inilah salah satu faktor penyebab yang mendominasi gagal ginjal. Sehingga ginjal tidak lagi berfungsi secara normal untuk membuang racun yang ada didalam tubuh. 

Realita hari ini banyak produk industri makanan dan minuman di Indonesia yang berpemanis dan mengandung gula yang tidak sesuai dengan ukuran yang ditetapkan dalam angka kecukupan gizi. Mirisnya lagi, negara membiarkan peredaran makanan dan minuman yang jelas-jelas merusak kesehatan warganya terutama bagi anak-anak.

Kasus seperti ini sangat wajar terjadi dalam kehidupan yang diatur oleh sistem kapitalisme saat ini, yang mana uang menjadi tujuan utama dalam setiap aktivitas. Apapun yang bisa menjadi pemasukan dan memberi untung lebih bagi negara, semua dilakukan dan yang berbahaya cenderung dibiarkan. Akibatnya negara abai dalam kesehatan dan keamanan pangan pada anak. Sehingga tumbuh kembang anak terhambat dan masa yang seharusnya untuk bermain dan belajar telah berkurang karena harus menjalani perawatan intensif.

Pengaturan kehidupan yang salah seperti saat ini, berangkat dari paradigma yang salah tentang kehidupan dan tujuan bernegara. Dalam sistem kapitalisme saat ini, negara telah abai dalam menentukan standar keamanan pangan dan abai dalam memberikan jaminan keberadaan makanan yang halal dan thayyib. Negara tidak hadir sebagai raa'in (pengurus) urusan rakyatnya. Justru negara ada hanya mementingkan keuntungan saja.

Pemenuhan Bahan Pangan Yang Halal dan Thayyib Di dalam Islam 

Islam dengan seperangkat aturan yang sempurna mempunyai mekanisme tersendiri dalam pemenuhan keamanan dan kehalalan bahan pangan yang diedarkan di tengah-tengah masyarakat yang sesuai dengan perintah syariat. Negara akan mengontrol industri pangan agar memenuhi ketentuan syariat.

Untuk itu, negara akan menyediakan tenaga ahli, melakukan pengawasan dan memberikan sanksi tegas terhadap yang melanggar syariat. Selain itu, negara akan melakukan edukasi atas makanan halal dan thayyib melalui berbagai mekanisme dengan berbagai sarana untuk mewujudkan kesadaran pangan yang halal dan thayyib.

Pemimpin di dalam Islam atau khalifah berfungsi sebagai raa'in (pengurus) urusan rakyatnya. Khalifah akan memastikan semua makanan dan minuman yang beredar di tengah-tengah masyarakat jelas kehalalan dan keamanannya. 

Sangat mustahil jika kita menginginkan makanan yang dijamin keamanan didalam sistem kapitalisme saat ini, karena asas yang dipakai adalah asas manfaat. Oleh karena itu, kita harus beralih kepada sistem yang benar yakni sistem Islam dalam bingkai khilafah Islamiyyah.

Wallahu a'lam.


Share this article via

113 Shares

0 Comment