| 39 Views

Nasionalisme dan Negara Bangsa Menghalangi Perjuangan Membebaskan Palestina

Oleh: Reni Sumarni 

Dalam persoalan Palestina dan Gaza hari ini, bukan hanya soal kemanusian saja,  tapi ada unsur politik didalamnya, karena hampir 20 bulan lamanya genosida besar-besaran terjadi di Gaza dan semakin brutal. Hingga saat ini belum ada satu pun negara yang mampu menghentikan kebiadaban zionis Israel.

Peristiwa yang terjadi di Palestina sudah melewati batas kemanusian, hingga melintasi batas negara, bahkan sampai melewati dari batas agama dan kepercayaaan. Hingga aksi di seluruh negara pun tidak bisa dihindari, mulai dari demonstrasi hingga Gerakan Global March to Gaza, yang diikuti sekitar 20 ribu peserta di perbatasan Mesir, Rafah dan menjadi peristiwa yang fenomenal.

Warga non muslim bergerak sendiri tanpa ada paksaan atau imbalan apapun, mereka membela Pelestina atas dasar kemanusian dan hati nurani yang berbicara karena perbuatan Zionis Israel yang sangat biadab. Sampai akhirnya warga Gaza dilanda kelaparan yang sangat panjang. Saat peserta aksi tiba di pintu gerbang Rafah, mereka meminta membuka gerbang agar bisa menolong warga Gaza dan memberikan bantuan makanan karena mereka terancam kelaparan, akan tetapi kenyataannya bangsa dan negara muslim yang berbatasan dengan Palestina, yaitu  Mesir tidak juga membuka pintu masuk.

Aksi ini dilakukan untuk memperlihatkan kepada dunia dan umat Islam, agar mereka sadar bahwa telah terjadi problem besar di tubuh kaum muslim saat ini. Dan problem ini yang menyebabkan penderitaan kaum muslim diseluruh dunia, tanpa adanya pembelaan dari manapun. Hal ini terjadi karena paham nasionalisme yang melekat dalam diri penguasa muslim selama ini, yaitu sebuah ikatan kesukuan dan kebangsaan membuat mata hati mereka tertutup.

Paham nasionalisme telah membuat para penguasa bungkam seribu bahasa atas perbuatan Israel dan hilangnya kekuatan politik Islam, karena para penguasa muslim telah berkhianat dan loyal terhadap negara kafir adidaya, yang sudah menjadi tuannya selama ini. Hingga bantuan pun terhalang dan tertahan sebab, Mesir menutup akses bantuan masuk ke Gaza.

Solusi yang hakiki untuk Palestina yaitu, dengan mengirimkan tentara ke sana dengan jihad fiisabilillah yang hanya bisa dilaksanakan oleh negara dan pemimpinnya yaitu khalifah yang tidak memiliki sifat cinta dunia dan takut mati (Wahn). khalifah akan mengirim pasukan tentaranya untuk memerangi siapa saja yang menindas kaum muslim.

Bahkan pada masa kepemimpinan Rasulullah SAW beliau, mendengar berita ada perempuan muslim yang dilecehkan oleh orang Yahudi. Dan saat itu dibela warga muslim, akan tetapi orang yang membelanya malah dibunuh oleh orang Yahudi hingga sampai ke telinga Rasulullah SAW, maka saat itu juga Rasul menyatakan perang kepada Yahudi, karena sudah membunuh warga muslim dan melecehkan kehormatan seorang wanita muslim. Seperti terdapat dalam Firman Allah Ta'ala : "Barangsiapa yang membunuh orang beriman dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka jahannam, ia kekal didalamnya, ia mendapatkan murka Allah atasnya, dan Allah janjikan atasnya adzab yang pedih." (Q.S.An Nisa ayat:93). Jelas sudah bahwa Allah murka apabila ada darah kaum muslim tertumpah. Sedangkan di Palestina saat ini sudah berapa banyak darah korban yang berjatuhan akibat kebiadaban Yahudi Israel.

Maka, hari ini kita butuh kekuatan negara adidaya untuk melawan Zionis, yaitu Khilafah. Agar paham nasionalisme segera hilang, harus merubah pemikiran umat dengan pemikiran Islam agar tercerahkan untuk peduli terhadap saudara seiman mereka, juga memahamkan akan bahayanya Paham nasionalisme yang sudah merambah diseluruh benak kaum muslimin, supaya Paham ini tidak terus bercokol di negeri kaum muslim, yang mengakibatkan hilangnya nurani dan rasa empati terhadap saudara muslim sendiri. Kemudian merubah sistem yang lama yaitu sekuler kapitalis diganti dengan penerapan sistem Islam, karena masalah Gaza bukan hanya soal perang biasa tapi ini adalah perang akidah.

Apabila sekat nasionalisme sudah hilang dari benak kaum muslim juga pemimpin negeri ini, lalu merubahnya jadi pemikiran juga perasaan Islam, maka perjuangan untuk membela Palestina akan terwujud. Mengembalikan tanah Palestina kembali ketangan kaum muslim, serta menghentikan genosida juga memberikan kemerdekaan untuk warga Palestina, dan  mengusir Zionis Israel agar segera pergi dari tanah Palestina, hingga mereka bisa hidup tentram dan damai tanpa ada lagi bentuk penjajahan apapun. Untuk mengembalikan kemerdekaan Palestina adalah tugas kita semua, agar bisa mewujudkannya yaitu dengan dakwah ke tengah-tengah umat akan pentingnya Khilafah 'ala minhajin nubuwwah.

Wallahu a'am bishshawab.


Share this article via

52 Shares

0 Comment