| 143 Views
Muslim Baubau Suarakan Pembebasan Palestina Hanya dengan Jihad dan Khilafah
Oleh : Hasbiyah
Dalam rangka memperingati Isra Mikraj 1446 H yang bertajuk “Satu Umat, Satu Perjuangan, Bebaskan Palestina” dipusatkan di pantai Kamali, Kota Baubau. Tepat 2 Februari 2025 ribuan umat muslim turun ke jalan mengikuti aksi Bela Palestina Aksi umat Islam Kepulauan Buton (Kepton) tersebut dalam bentuk pawai menggunakan sepeda motor dan mobil dari Pantai Kamali, menuju Tugu Kirab. Tepat di Tugu Kirab, Jl Sultan Murhum, massa berhenti mendengarkan orasi yang disampaikan beberapa orator (BUTONPOS, 02/02/2025)
Aksi serupa telah dilakukan pula di berbagai provinsi seluruh Indonesia. Tentu aksi ini bukan hanya euforia semata tapi sebagai bentuk seruan kepada umat agar bersatu menolong saudara Muslim kita di Palestina yang sudah sangat menderita. Gencatan senjata menjadi hal yang menggembirakan di kalangan umat Islam. Namun, secara nyata gencatan senjata hanya memberi jeda bagi muslim Palestina untuk bebas dari kejahatan kejahatan Zionis dan negara pendukungnya AS. Umat harus disadarkan akan hakekat Gencatan senjata, yang tidak akan menyelesaikan penjajahan dan genosida.
Sebagaiamana yang terjadi di Jenin di Tepi Barat, Palestina, ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka pada Kamis (23/1/2025) setelah pesan peringatan dari drone dengan pengeras suara menyuruh mereka untuk mengungsi. Hal ini terjadi di tengah operasi militer besar yang memasuki hari ketiga di kota tersebut. Operasi itu mencakup penghancuran sejumlah rumah di kamp pengungsi Jenin. Operasi ini dimulai seminggu setelah gencatan senjata di Gaza, sungguh munafik (CNBC Indonesia, 24/01/2025).
Belum lagi dengan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang telah mencabut larangan pengiriman pasokan 1 ton bom untuk Israel. Perubahan kebijakan tersebut telah disampaikan oleh Pentagon kepada otoritas Israel sejak Jumat (24/1/2025). Bahkan, disebutkan bahwa 1.800 bom jenis MK-84 akan dimuat dan dikirim ke Israel dalam beberapa hari mendatang, seperti dikutip dari Antara (tirto.id, 26/01/2025).
Disusul dengan pernyataanya yang berencana akan mengosongkan Gaza. Donald Trump mengatakan pada Sabtu bahwa ia ingin melihat Yordania, Mesir dan negara-negara Arab lainnya meningkatkan jumlah pengungsi Palestina yang mereka terima dari Jalur Gaza. Hal ini berpotensi memindahkan cukup banyak penduduk untuk “membersihkan” wilayah yang dilanda perang tersebut (REPUBLIKA.CO.ID, 26/01/2025)
Selama ini Zionis Yahudi dikenal keras kepala dan kerap ingkar janji. Pihak Zionis pun menerima opsi gencatan senjata diduga karena terpaksa. Mereka butuh nafas baru di tengah kekalahan telak dan memalukan atas agresinya ke Gaza yang berlangsung lebih dari setahun dan nyatanya tidak menghasilkan apa-apa.
Sehingga benar bahwa Persoalan Palestina tidak akan selesai dengan gencatan senjata tapi hanya akan tuntas dengan adanya jihad dan tegaknya khilafah sebagaimana yang di katakan Jeklin selaku Korlap pada Aksi bela Palestina di Kota Bau-Bau, “Hari ini Palestina masih terjajah, gencatan senjata itu hanyalah bualan semata yang dilakukan Amerika Serikat beserta antek-anteknya, sewaktu-waktu genosida terhadap warga Gaza akan terjadi, maka kami hari ini kembali turun ke jalan menyampaikan kepada masyarakat bahwa kita harus membela Palestina dan selalu kami ingatkan bahwa penderitaan Palestina akan berakhir kecuali dengan Syariat Islam diterapkan dan Khilafah ditegakan,” jelasnya.
Institusi Khilafah inilah yang kelak akan memobilisasi kekuatan umat Islam dunia di bawah komandonya. Khilafah pula yang akan memimpin pembebasan Palestina dengan mengerahkan tentara beserta segala kekuatan yang dimilikinya untuk berjihad. Khilafah yang akan datang kelak, dipastikan akan menghadirkan Khaibar kedua di Palestina, hingga bangsa turunan babon dan kera itu akan mati atau terusir dengan terhina.