| 243 Views

Meningkatnya Tragedi Bunuh Diri Akibat Bobroknya Sistem Kapitalis

Oleh : Sumarni Ummu Suci

Di dalam sistem kapitalisme saat ini banyak problematika kehidupan yang di alami masyarakat.Sehingga sering kita jumpai orang - orang yang kena gangguan kesehatan mental dan mengakibatkan bunuh diri sebagai jalan pintas.Ada begitu banyak alasan mengapa seseorang merasa putus asa hingga memilih mengakhiri hidupnya.

Diantaranya masalah finansial yang menjadi pemicu utama dan juga terjerat hutang riba yang terus mencekik tanpa ampun, hubungan cinta yang kandas karena nilai-nilai kebebasan yang mengabaikan syariat, tekanan keluarga akibat mahalnya mahar yang dipaksakan oleh standar budaya, kegagalan akademis yang dianggap sebagai aib, hingga rasa malu karena tidak mampu memenuhi ekspektasi sosial yang dibuat-buat oleh sistem kapitalis, dan banyak lagi alasan - alasan yang lainnya.

Semua ini hanyalah potret dari kehidupan manusia yang semakin jauh dari aturan Allah dan terperangkap dalam jeratan materialisme serta individualisme.

Akar dari masalah ini bukan sekadar ketidakmampuan individu menghadapi tekanan hidup, tetapi sistem kehidupan sekulerlah yang memisahkan agama dari kehidupan.

Sistem ini menciptakan standar hidup yang tidak realistis.Menanamkan nilai-nilai yang menghancurkan jiwa, dan mengabaikan fitrah manusia sebagai makhluk yang membutuhkan Allah.

Kapitalisme, misalnya, menjadikan manusia hanya sebagai alat produksi dan konsumen.Mengabaikan kesejahteraan batin mereka.

Dalam sistem ini, mereka yang lemah dibiarkan jatuh tanpa pertolongan, sementara yang kuat semakin menekan yang lemah.

Solusi duniawi seperti konseling atau terapi hanya menyentuh gejala, bukan akar permasalahan. Bahkan, banyak dari solusi ini masih berakar pada pemikiran sekuler yang memisahkan manusia dari Tuhannya.

Berbeda dengan sistem Islam.Islam hadir dengan solusi yang menyeluruh dan mendalam. Islam tidak hanya memberikan makna hidup, tetapi juga menetapkan sistem kehidupan yang adil dan menentramkan jiwa. Islam juga mengatur segala aspek kehidupan.

Dalam Islam, hidup tidak diukur dari materi, cinta, atau status sosial, melainkan dari ketakwaan dan sejauh mana seseorang melaksanakan perintah Allah.

Islam mengajarkan manusia untuk bersandar hanya kepada Allah, memperkuat ukhuwah agar saling menopang, dan menegakkan syariat untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan.

Dalam syariat, tidak ada riba yang menjerat, tidak ada standar hidup yang memberatkan, dan tidak ada kesenjangan yang memisahkan antara si miskin dan si kaya.Namun Islam menyatukan satu Aqidah, satu hati, satu perasaan,satu tujuan yaitu mengembalikan kehidupan Islam di tengah - tengah umat.

Jika manusia terus hidup di bawah sistem sekuler yang rusak ini, bunuh diri dan keputusasaan akan tetap menjadi fenomena yang menghantui.

Sudah saatnya umat kembali kepada Islam sebagai solusi hidup, Dengan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh (kaffah).

wallahu'alam bissawab.


Share this article via

147 Shares

0 Comment