| 99 Views

Maraknya KDRT, Bukti Rusaknya Keluarga dalan Sistem

Oleh : Elus Nuraeniah

Ciparay Kab. Bandung

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang kian marak terjadi, merupakan kasus serius yang sayangnya masih banyak ditemukan di Indonesia. Tindak kasus KDRT pun makin beragam, tidak berupa kekerasan fisik, tetapi mencakup kekerasan psikis, seksual, juga ekonomi. Kasus KDRT di Indonesia saat ini mencapai lebih 10 ribu perkara per 4 September 2025, dengan lebih dari 1.000 kasus dilaporkan ke polisi tiap bulannya. (http.goodstate.id)

Kekerasan dalam rumah tangga, mencerminkan rapuhnya ketahanan keluarga saat ini. Sistem sekulerisme yang diterapkan pada sendi- sendi kehidupan saat ini, tentu menjadi faktor utama rapuhnya ketahanan keluarga. Sistem yang mencabut nilai agama dari kehidupan. Berbagai kasus KDRT yang terjadi tentunya bukan perkara sepele, sebab kasus KDRT yang muncul saat ini ternyata tidak sederhana, justru makin rumit, bahkan tidak jarang berujung pada hilangnya nyawa. Korban KDRT pun tidak hanya terbatas pada istri, tapi melibatkan anak-anak dan anggota keluarga lainnya.

Faktor ekonomi juga, banyak menjadi pemicu terjdinya  KDRT. karena  dalam sistem Kapitalis saat ini, semua harga barang dan jasa pada naik, pendidikan mahal, kesehat apa lagi. Di tambah lagi penganguran yang semakin marak, karena banyak nya PHK (pemutusan hubungan kerja) yang dilakukan oleh perusahaan, sehingga  menyebabkab para suami menjadi penganguran dan sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

Peradaban sekuler kapitalis, membuat negara ini abai dari tanggung jawabnya sebagai ro'in (pengayom, pelindung) bagi rakyatnya. Fungsi negara dalam sistem saat ini hanya sekedar pembuat regulasi dan bukan sebagai penanggung jawab penuh dalam mewujudkan ketahanan keluarga. Negara telah melemparkan tanggung jawab untuk melayani rakyatnya dan bertumpu pada keluarga secara mandiri. 

Keluarga adalah unit terkecil interaksi manusia di dalam masyarakat dan sistem kehidupan. Oleh karena itu, Islam memiliki sejumlah ketetapan untuk mengatur kehidupan berkeluarga.  Dalam sistem  Islam, keluarga merupakan madrasatul ula bagi anak-anaknya. Dimana, akan menjadikan aqidah sebagai pendidikan pertama yang diberikan. Jika berada dalam sistem Islam, keluarga menjadi contoh nyata ketika keimanan, pendidikan, dan kesabaran, akan membuahkan keberkahan dalam keluarga dan masyarakat. Keberadaannya dekat dengan ketaatan dan kehidupannya subur dengan nilai-nilai yang bersumber langsung dari Rasulullah saw.

Negara dalam Islam memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian warga negaranya melalui sistem pendidikan yang menjadikan akidah Islam sebagai asas yang menjiwai seluruh kurikulum, metode, dan tujuan pembelajaran.

Penerapan syariat Islam secara kafah dalam bingkai negara (Khilafah) akan menjaga dan mewujudkan keluarga sebagai surga karena keluarga akan menjadi tempat paling nyaman dan aman bagi semua anggota keluarga. 

Wallahu a'lam bish shawwab


Share this article via

28 Shares

0 Comment