| 107 Views

Keracunan MBG Terus Berulang, Islam Punya Solusi

Oleh: Ummu Choridah Ummah
Aktivis Muslimah

Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Berbah, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami gejala keracunan pasca menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Total sebanyak 135 orang siswa dan 2 orang guru yang mengalami keracunan, pihak puskesmas telah turun tangan ke sekolah. Sampel MBG sudah dikirim ke laboratorium untuk dicek sehingga penyebab keracunan akan segera dipastikan. (Tirto.id 27-08-2025)

Di Sragen Jawa Tengah terjadi keracunan masal siswa dan guru SD dan SMP yang mengakibatkan mual muntah hingga diare. Keracunan diduga akibat menyantap MBG yang didistribusikan oleh pemerintah, siswa yang membawa pulang MBG dan dimakan oleh anggota keluarganya pun kerap mengalami keracunan. Meski demikian keracunan yang dialami oleh kurang lebih 196 korban tidak memerlukan perawatan inap di rumah sakit. Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan akan melakukan perbaikan SOP dalam proses pengiriman MBG ke sekolah-sekolah. (CNN.com 13-08-2025)

Makan bergizi gratis yang dijanjikan dalam kampanye oleh presiden Prabowo menjadi salah satu PR besar pemerintahan periode ini. Maka segala upaya dilakukan untuk terlaksananya program tersebut, angka stunting yang menjadi pencetus ide MBG justru menjadi petaka bagi penerimanya. Keracunan terus berulang, jika program MBG terus berlangsung tanpa adanya perbaikan, hal ini justru bisa mengancam nyawa rakyat.

MBG Janji Kampanye, Rakyat Menjadi Korban

Keracunan MBG tidak hanya di satu tempat saja melainkan di berbagai daerah dilaporkan mengalami keracunan akibat MBG. 472 anak di Bengkulu, 20 anak di Lampung Timur, 135 anak di Berbah Sleman dan masih banyak korban lainnya. Fakta ini menujukkan ketidak seriusan pemerintah dalam melaksanakan pemberian MBG. MBG dilaksanakan sebab janji kampanya Preside dalam hal mengatasi masalah malnutrisi dan stunting pada anak-anak dan ibu hamil, juga meningkatkan kualitas SDM dan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Proses pelaksanaan program MBG terlihat tidak serius dan lalai, terkhusus dalam menyiapkan SOP. Sehingga kesehatan dan terlebih nyawa banyak orang terancam, alih-alih menyehatkan bagi rakyat, justru sebaliknya, rakyat menderita karenanya. Bukan hanya karena kualitas makanannya yang perlu dibenahi, tetapi banyak perekonomian yang berdampak akibat dipaksakannya program ini untuk berjalan. Anggaran MBG diambil dari anggaran pendidikan, serta berbagai efisiensi pendanaan yang tidak tepat. Sudah mengorbankan banyak lini perekonomian, hasilnya justru meracuni rakyat.

Bila ditelusuri lebih dalam MBG bukan solusi yang tepat untuk mengatasi malnutrisi dan stunting bagi anak dan ibu hamil. Rakyat tidak cukup dengan pemberian MBG 1x dalam sehari untuk meningkatkan gizi dan kualitas SDM. Rakyat perlu solusi yang lebih mendalam. Sungguh disayangkan pemerintah memangkas semua anggaran demi MBG yang banyak mengakibatkan tulang punggung keluarga justru menerima PHK akibat efisiensi ini. Di mana letak keadilan bagi rakyat?

Islami : Negara Sebagai Raa'in

Untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyat, penguasa dalam sistem Islam diperintahkan langsung oleh Allah untuk mengurus rakyat dengan rasa tanggung jawab yang tinggi dan penuh amanah. Penguasa yang memimpin negara harus berpegang teguh pada aturan-aturan Allah, sehingga ia memimpin tanpa adanya kecurangan dan populisme. Kekuasaan dalam sistem Islam berada pada syariat Allah bukan pada rakyat, maka kesejahteraan rakyat akan terjamin.

Apabila seorang penguasa yang memimpin rakyat takut kepada Allah dan selalu merasa terawasi oleh Allah baik dalam keadaan rahasia maupun terang-terangan, maka ia tidak akan bersikap tirani kepada rakyat. Namun demikian, ketakwaannya kepada Allah tidak membuatnya lemah, tidak tegas dan tidak disiplin. Oleh karenanya Allah memerintahkan seorang pemimpin harus bersikap lemah lembut dan tidak menyusahkan rakyat, dalam sebuah hadist riwayat Bukhari :

" Tidak seorang hamba pun yang diberi kekuasaan oleh Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia tidak memperhatikan mereka dengan nasihat, kecuali ia tidak akan mendapatkan bau syurga" (HR. Bukhari) 

Dengan demikian penguasa dalam sistem Islam akan menjadi raa'in bagi rakyatnya, yaitu mengurus serta melayani setiap kebutuhan rakyatnya dengan penuh tanggung jawab dan amanah. Sehingga program-programnya pun akan dilakukan dengan persiapan yang matang, ia akan mengawasi setiap prosesnya. Seperti makan bergizi gratis, negara akan menyiapkan tenaga kerja yang profesional dan mengerti keilmuannya sesuai dengan tujuan pembuatan program MBG ini, maka tujuan pembuatan program akan tercapai.

Apabila gizi setiap anak telah terpenuhi maka akan terlahir generasi-generasi emas yang mampu membangun peradaban, akan lahir manusia-manusia unggul. Oleh karena itu dalam sistem Islam pemimpin akan memperhatikan setiap jengkal kebijakan agar generasi tidak mengalami stunting, gizi buruk dan gangguan kesehatan lainnya.

Pemimpin dalam sistem Islam akan memastikan semua rakyatnya mendapatkan makanan bergizi dengan mudah, bukan hanya orang yang kaya saja yang mendapatkan makanan bergizi namun, tidak memandang kaya atau miskin pemimpin dengan penuh amanah mendistribusikan makanan bergizi bagi seluruh rakyatnya. Harga sandang pangan papan yang dikelola oleh penguasa akan mudah didapat oleh rakyat dengan harga yang terjangkau.

Pemberian makan gratis telah dicontohkan oleh Rasulullah ketika menjadi kepala negara, beliau sering memberikan makanan kepada fakir miskin tanpa membedakan Islam atau bukan Islam. Pada masa khulafaur rasyidin ketika dipimpin oleh Umar bin Khatab beliau selalu keluar malam-malam untuk memastikan tidak ada rakyatnya yang kelaparan. Begitu juga pada zaman kekhilafahan Utsmani di masa Sultan Orhan dapur umum didirikan untuk memastikan tidak ada rakyatnya yang kelaparan. Begitu pedulinya seorang pemimpin yang merasa dirinya diawasi oleh Allah karena ketaatannya.

Khatimah

Dari sini kita dapat mengerti bahwa program pemberian makan gizi gratis dalam Islam bukan hanya sekadar janji kampanye yang harus segera ditepati tanpa mempersiapkan segalanya dengan baik. Melainkan atas dorongan pemimpin bahwa ini merupakan kewajiban negara dalam mewujudkan kesejahteraan dan pelayanan yang terbaik kepada rakyatnya.

Pengelolaan anggarannya pun tidak dengan cara memangkas anggaran lain yang sudah pasti. Dalam sistem Islam pendapatan negara didapat dari berbagai jenis, yang terbesar adalah dari sumber daya alam. Negara akan dengan tegas mengelola sumber daya alam sedemikian rupa sehingga menjadi pemasukan terbesar bagi negara. Yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan dan kebutuhan rakyat agar rakyat bisa hidup sejahtera.

Apabila rakyat terpenuhi gizi dan nutrisinya, pendidikannya terpenuhi, kesejahteraan tercipta diingkungan masyarakat, angka kejahatan ikut menurun bahkan hilang. Maka akan lahir generasi-generasi yang berakhlak islami, negara akan menjadi makmur dan berkembang. Semua ini hanya akan bisa terwujud bila sistem Islam diterapkan oleh negara, umat Islam hanya akan dipimpin oleh satu kepemimpinan yaitu Khalifah.

Wallahualam bishawab


Share this article via

110 Shares

0 Comment