| 134 Views
Kelaparan Sistemik di Gaza, Bukti Genosida Makin Nyata
Oleh : N. Istiqomah
Muslimah Peduli Umat
Kebiadaban Zionis Yahudi makin meningkat, bahkan tak dapat diungkapkan dengan kata-kata, seolah mereka bukan manusia, dengan skenario mereka yang membiarkan krisis kelaparan yang sangat mengerikan. Bahkan nampak kelaparan sebagai cara genosida baru. Gaza, dengan 2 juta jiwa yang terjebak dalam blokade, merasakan kelaparan hebat. Sejak gencatan senjata enam pekan gagal diperpanjang dan Israel memberlakukan blokade penuh pada 2 Maret 2025, truk bantuan hanya diperbolehkan masuk dalam jumlah yang nyaris hanya sebuah simbolik. Zionis menjadikan kelaparan sebagai alat genosida, yang tentunya cara ini adalah cara yang sangat keji.
Dari catatan Integrated Food Security Phase Classification (IPC) menyebutkan bahwa semakin banyak bukti terjadinya kelaparan, malnutrisi, dan penyakit yang menyebabkan peningkatan kematian yang meluas. Dengan informasi ini harusnya menjadi peringatan bagi dunia.
Dari data IPC tercatat lebih dari 20.000 anak dirawat untuk perawatan malnutrisi akut, yaitu antara April dan pertengahan Juli. Jumlah itu di antaranya 3.000 anak lebih mengalami malnutrisi parah. (detiknews).
Dalam Data terbaru juga menunjukkan bahwa ambang batas kelaparan telah tercapai untuk konsumsi pangan di sebagian besar Jalur Gaza dan untuk malnutrisi akut di Kota Gaza. Kondisi ini membuat mereka menyerukan agar ada tindakan segera untuk mengakhiri permusuhan dan memungkinkan respons kemanusiaan yang luas, tanpa hambatan, dan mampu menyelamatkan nyawa.
Sungguh makin nyata, bahwa kekejaman Zionis tak akan berakhir hanya dengan retorika, dan bantuan kemanusiaan. Terlebih lagi zionis senantiasa dibela AS dan veto AS. Mandulnya peran PBB makin nyata. Mereka hanya membuat sebuah pernyataan, kecaman dan peringatan tanpa reaksi nyata untuk menghentikan genosida ini. Disisi yang lain, Para pemimpin muslim sudah mati rasa, mereka abai pada seruan Allah dan RasulNya. Seolah mereka merestui apa yang terjadi pada saudara mereka di Gaza.
Di tengah genosida ini, Umat Islam juga telah termakan propaganda Barat sehingga menjadikan posisi mereka sangat lemah. Sejatinya semua itu hanyalah ilusi, yang ditanamkan oleh para penguasa yang berkhianat, hingga menjadikan pasukan umat, para ulama, dan rakyatnya pun menyerah. Padahal sesungguhnya umat memiliki potensi kekuataan luar biasa yang bersumber dari akidah yang kokoh. Sejarah panjang telah membuktikan bahwa umat Islam memiliki kekuatan besar yang mampu menjadikan Khilafah sebagai negara adidaya.
Kondisi hari ini harusnya dapat digunakan sebagai sarana untuk menyadarkan umat akan solusi hakiki untuk Palestina, yaitu jihad dan tegaknya Khilafah. Penyadaran harus terus dilakukan dan makin ditingkatkan seiring dengan bukti nyata kejahatan Zionis. Jamaah dakwah ideologis harus terus memimpin umat untuk mengembalikan kemuliaan yang akan terwujud ketika khilafah tegak kembali. Kebangkitan pemikiran Umat harus diwujudkan sehingga akan terus berjuang mengikuti thariqah dakwah Rasulullah saw.
Para pengemban dakwah harus meningkatkan kemampuan dalam berinteraksi dengan umat, yaitu dengan cara menggugah perasaan dan pikiran mereka, memjadikan umat ini sadar dan bangkit. Seorang pengemban dakwah juga harus terus meningkatkan keyakinan dan senantiasa istiqamah dalam jalan dakwah yang ditempuh Rasulullah. Selain itu harus terus mendekatkan diri pada Allah sembari melayakkan diri menjadi hamba Allah yang layak mendapat pertolongan Allah.