| 298 Views

Kebebasan yang Merusak Anak Remaja

Oleh : Rita Razis

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ ۚوَاِلَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَكُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ

“Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh” (QS. Yusuf ayat 30).

Arus perhaulan di dunia remaja tentu tidak bisa dibendung dan dihentikan. Rasa ingin tahu yang tinggi, berani mencoba dan tidak mempertimbangkan akibatnya menjadi karakter ketika remaja. Hal ini, pasti akan menjadi pusat perhatian bagi orang-orang dan lingkungan di sekitar. Kemudian kurangnya perhatian dan pengawasan dari keluarga menjadi anak salah arah dan berbebas dalam berteman.

Seperti kasus kecelakaan tunggal di Jalan  Boyolali-Cepogo, Kampung Tegalrejo RT01 RW 04, Kelurahan Winong, Kacamatan Boyolali, tiga anak remaja putri yaitu pengendara MY (14), VS (16) dan LN (11) berboncengan dalam satu motor. Meski sempat di bawa ke RSUD Pandan Aran Boyolali akan tetapi, kondisi LN tidak tertolong dan meninggal dunia karena mengalami benturan keras dan luka serius di bagian kepala dan dua lainnya mengalami luka-luka. Kemudian hasil penyelidikan polisi, Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali Iptu Budi Purnomo menyampaikan bahwa pengemudi sepeda motor diduga dalam kondisi pengaruh alkohol (radarsolo.com, 13 Januari 2025).

Akibat dari Kebebasan

Miris, melihat pergaulan anak sekarang. Apapun dilakukan dan dicoba tidak peduli akibatnya. Bahkan mereka lebih mengutamakan harga diri dan teman. Bagaimana pun circel yang mereka pilih itu yang terbaik menurut mereka. Anak muda sekarang bagaikan air di atas daun talas, mereka akan mudah mengikuti arus dan arah yang ada, tidak ada pendirian yang kokoh untuk menentukan jalan mereka sendiri. Semua keputusan yang diambil tergantung dengan circel  yang dipilih.

Sungguh memprihatinkan, jalan mereka masih panjang dan harapan yang terbaik. Akan tetapi, kondisi anak muda sekarang justru terjebak dalam kegelapan dan kemaksiatan. Mereka terlena dan menikmati semua bentuk penjajahan dari kafir barat. Tidak hanya itu, pergaulan anak muda yang rusak dianggap hal biasa dan masyarakat hanya diam tanpa berbuat apa-apa. Kemudian masyarakat juga menganggap kenakalan remaja hal yang biasa dan wajar dilakukan diusia muda. Padahal kondisi ini tentu akan berdampak negatif di lingkungan sekitar. Serta dapat mempengaruhi dan merusak generasi selanjutnya.

Meski kasus ini terus berulang, tetapi tidak ada penanganan yang jelas dan tepat dari pemerintah untuk menghentikan dan mengendalikan kerusakan yang terjadi di dunia remaja. Sedangkan senjata pihak berwajib hanyalah pasal-pasal hukum yang tidak membuat jera dan menyelesaikan masalah. Akan tetapi, sebaliknya kerusakan dan kemaksiatan anak remaja semakin marak dan terus memakan korban baru. Jika kerusakan terus dibiarkan tentu akan mengancam eksistensi pergaluan remaja dan ancaman bagi negara akan kehilangan generasi penerus bangsa. Sebab generasinya tidak dipersiapan dan dijaga dengan baik.

Selain itu, penerapan sistem kapitalis liberal sekarang ini membuat kebebasan menjadi hak setiap individu. Sehingga setiap orang boleh melakukan apa saja tanpa ada batasan dan kontrol dari negara. Ditambah aturan yang memisahkan agama dengan kehidupan membuat masyarakat melakukan apa saja sesuai keinginan dan hawa nafsunya tanpa mempertimbangkan aturan dari Mahapencipta. Maka tidak heran, jika sistem ini masih diterapkan usaha untuk memperbaiki generasi muda akan sia-sia. Sebab penyelesaian dan solusi yang diberikan hanya akan menyelesaikan masalah yang ada dipermukaan saja. Sedangkan pokok permasalahan atau akarnya dibiarkan tetap ada.

Ya, akar permasalahannya adalah sistem yang diterapkan sekarang. Sebab aturan yang dipakai berasal dari manusia. Tentu akan membuat masalah dan kebijakan yang tumpang tindih karena manusia hanyalah makhluk yang lemah dan terbatas.

Generasi Muda dalam Sistem Islam

Berbeda jika menerapkan aturan dari Sangpencipta. Atauran yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Dimana dalam Islam memiliki aturan yang syamil dan kamil. Serta anak muda akan dipersiapkan dengan maksimal dan sebaik-baiknya untuk menjadi penerus dan generasi selanjutnya. Kemudian keluarga sebagai pendidik pertama akan dimaksimalkan perannya untuk mendampingi dan mencetak generasi unggul. Sehingga keluarga tidak akan disibukkan mencari materi saja, tetapi ikut serta mempersiapkan anak-anaknya.

Oleh sebab itu, sejak dini akan memiliki aqidah yang kuat. Pemahaman akan halal dan haram setiap aktivitas yang akan dilakukan. Serta mereka memiliki kesadaran akan hubungannya dengan Allah Swt sehingga apa yang mereka lakukan akan dipertimbangkan Allah ridho atau tidak. Jika Allah ridho maka akan dilakukan tetapi jika tidak maka akan ditinggalkan. Seperti kisah nabi Yusuf yang lebih baik dipenjara dan menghindar dari kemaksiatan.

Selain itu, yang terpenting adalah ada peran negara untuk mengontrol aktivitas dan keadaan masyarakatnya. Maka ketika ada kemaksiatan atau kerusakan dimasyarakat, negara akan segera menghentikan dan menyelesaikan dengan cepat dan tepat. Dengan demikian, masalah tidak akan berlarut-larut dan meraja rela.

Jadi, hanya dengan penerapan sistem Islam lah generasi muda akan menjadi generasi yang unggul dan terbaik. Serta dapat menyelesaikan problematika masyarakat sekarang ini dengan paripurna.

Wallahu a'lam bissowab.      


Share this article via

129 Shares

0 Comment