| 422 Views

Indonesia Gelap, Karena Kesalahan Sistem

Oleh : Ummu Zuhana

Masih hangat di ingatan kita, logo garuda dengan latar biru, peringatan darurat memenuhi jagat maya, dan saat ini lambang itu kembali mengudara dengan latar belakang hitam, yang bermakna lebih suram dan berarti Indonesia tidak sedang baik - baik saja.

Disini dapat di artikan, bahwa kekhawatiran publik terhadap keadaan tanah air semakin membuncah.  Gambar garuda hitam ini  terlacak setidaknya sejak tanggal 03 Februari  2025  malam, alias dua hari setelah pemberlakuan pembatasan distribusi LPG 3 kg ke pengecer. Pada akhirnya Indonesia Gelap menjadi Tajuk Aksi Demonstrasi ratusan Mahasiswa dan Koalisi Masyarakat Sipil , di Patung Kuda Jakarta Pusat pada senin, 27 februari 2025.

Makna Indonesia Gelap adalah Ketakutan dan Kekhawatiran Warga terhadap nasib masa depan Bangsa dan Kesejahteraan Masyarakat yang dirasa semakin menuju kegelapan. Pasalnya di tengan Keadaan Negara kita yang sedang sakit, ekonominya sakit, pengangguran dimana mana dan kemiskinan merajalela, Kebijakan Pemerintah di nilai tidak pernah mendukung kepentingan rakyat. Oleh karena itu Aksi Demo bertajuk  Indonesia Gelap  di gelar sebagai pengingat bagi pemerintah saat akan merumuskan kebijakan.

Beberapa kebijakan pemerintah yang menuai Kontroversi  diantaranya aturan penjualan LPG 3 kg yang berdampak pada kelangkaan gas. Efisiensi Anggaran yang menimbulkan pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta penghapusan Tunjangan Dosen dan Tenaga Pendidik. Atas kegaduhan ini  Pemerintah diminta untuk dapat melihat semua aspek dalam menjalankan Pemerintahan di Indonesia agar tetap berpihak kepada rakyat.

Menanggapi aksi Demo Mahasiswa dan Anggapan Masyarakat yang ramai beredar di Media Sosial dengan Tagar Indonesia Gelap Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar panjaitan lantang membantah dan mengatakan Bahwa Indonesia tidak gelap melainkan orang orang yang menyerukan tagar inilah yang gelap. Ia juga meminta untuk tidak mengklaim sesuatu dengan menggunakan tagar itu, dan menurutnya Indonesia masih baik baik saja meskipun ada beberapa permasalahan yang menghadang. Di Pihak lain Mensesneg  Prastyo Hadi mengatakan, tidak ada Indonesia Gelap, justru kita akan menyongsong Indonesia Bangkit.

Sayangnya tuntutan yang di tawarkan sejatinya tidak dapat menyelesaikan masalah hingga ke akarnya bahkan ada yang menawarkan untuk kembali pada Demokrasi Kerakyatan padahal penerapan sistem Demokrasi lah yang menjadi akar permasalahannya.

Sudah seharusnya Mahasiswa melek politik dan kritis tetapi juga harus mampu memberikan solusi yang benar dan sudah semestinya para mahasiswa menjadi agen agen perubahan untuk mengemban Risalah Islam dengan mengoreksi penguasa dengan semangat Amar Ma'ruf Nahi Munkar  dan menyuarakan solusi islam. Karena hanya dengan penerapan sistem islam lah meniscayakan masa depan masyarakat dan Bangsa Gemilang bukan gelap atau suram.

Sebagaimana Firman Allah SWT,

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Dan tidaklan Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi)  rahmat bagi semesta alam.
TQS. Al-Anbiya:21 [107]

Untuk itu sudah seharusnya  para pemuda bergabung bersama Kelompok Dakwah Idiologis agar dapat mengawal perubahan sesuai dengan yang dicontohkan baginda Rosulullah SAW. Dengan Islam Rahmatan lil'alamin akan tetwujud kesejahteraan dan kedamaian di tengah masyarakat dan kasih sayang bagi seluruh manusia maupun alam semesta.

Wallahu'alam bisawab.


Share this article via

148 Shares

0 Comment