| 66 Views

Hilangnya Adab Hilang Keberkahan Ilmu

Oleh: Nisa

Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok

Belum lama ini dunia pendidikan digemparkan dengan suatu peristiwa yang kembali membuka luka lama dalam isu pendisplinan siswa. Seorang pelajar terciduk merokok di lingkungan sekolah, dan sebagai hukumannya ia mendapatkan tamparan dari sang kepala sekolah. 

Peristiwa ini berbuntut panjang. Sang kepala sekolah dilaporkan ke polisi atas dugaan tindak kekerasan terhadap anak berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UUPA), khususnya Pasal 76C yang melarang kekerasan terhadap anak, dengan ancaman pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 80 Ayat (1).

Tak berhenti di situ, ratusan siswa di sekolah tersebut melakukan aksi mogok belajar sebagai bentuk solidaritas dan protes terhadap tindakan sang kepala sekolah. Mereka bahkan menuntut agar kepala sekolah dicopot dari jabatannya. Padahal, tindakan pelajar yang merokok di area sekolah sudah jelas merupakan pelanggaran.

Jika dilihat, dsalam pandangan Islam, sebenarnya merokok termasuk perkara mubah yang cenderung makruh karena tidak memberikan manfaat, bahkan secara medis terbukti membahayakan kesehatan. Lebih dari itu, asap rokok juga merugikan orang lain yang menghirupnya (perokok pasif). Jelas tidak ada kebaikan dari perbuatan tersebut.

Padahal, dalam Islam adab terhadap guru memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Seorang guru dipandang mulia karena perannya sebagai pemberi ilmu dan penanam akhlak. Para ulama seperti Imam Al-Ghazali dan Imam Az-Zarnuji dalam Ta’lim al-Muta’allim menegaskan keberkahan ilmu bergantung pada penghormatan murid terhadap guru. Seorang murid hendaknya bersikap tawadhu’ di hadapan guru, sekalipun ia memiliki kedudukan atau kekayaan yang lebih tinggi.

Murid wajib menaati nasihat dan perintah guru selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Sebab tugas utama seorang guru bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai adab dan akhlak mulia. Guru adalah teladan bagi siswanya, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Dalam konsep kedisiplinan, murid seharusnya siap menerima teguran atau sanksi atas kesalahan yang diperbuat. Hal itu merupakan bagian dari proses pendidikan. Pelanggaran terhadap tata tertib adalah bentuk ketidaktaatan yang bisa merusak adab dan menghilangkan keberkahan ilmu. Kini, ketika murid merasa lebih benar dari guru dan disiplin dianggap sebagai kekerasan, kita patut bertanya, ke mana arah pendidikan kita sebenarnya? 


Share this article via

72 Shares

0 Comment