| 32 Views

Hewan Liar Berulang Kali Masuk Kepermukiman Warga, Salah Siapa?

Oleh: Aisya amra
 
Desa margaharja, kecamatan Sukadana, kabupaten Ciamis biasanya menghadirkan ketenangan khas pedesaan tersebut. Beberapa pekan ke belakang ini kedamaian tersebut terusik, dikarenakan adanya gerombolan monyet liar yang turun dari hutan hewan tersebut juga menjarah karena kawasan warga merusak sawah nekat masuk ke wilayah permukiman warga, dengan jumlah tidak sedikit lebih dari 100 ekor.
   
Terlihat seorang petani yang bernama Suryo (80), dan pastikan tanaman padi tersebut tidak akan berbuah dan terancam gagal panen cerita Suryo, lelah gerombolan monyet liar sehingga tanaman padinya rusak Senin (23/8/2025) pada pagi hari.
  
Pungkasnya, "warga sudah siap untuk bergotong-royong melakukan penanaman pohon buah di arca hutan. Tujuannya supaya monyet-monyet itu punya persediaan makan dan tidak kembali di pemukiman dan kebun warga tapi kami meminta bantuan kepada pemerintah alam instansi terkait untuk kesediaan bibitnya."
  
Setelah kejadian tersebut kita dapat melihat bahwa semua ini bisa jadi penyebab dari perkembangan ahli fungsi hutan begitu pesat titik yang berbuah dari kebijakan kapitalis sekuler juga kapitalis mengelola sumber daya alam yang melimpah tetapi pengelolaan itu telah diserahkan kepada pihak kompilasi swasta hingga di mana negara tidak memiliki kapasitas lagi untuk rakyatnya.
   
Tetapi dalam Islam manusia diperintahkan untuk menjaga kelestarian alam dan tidak boleh melakukan kerusakan di muka bumi ini ketika ada individu atau perusahaan yang merusak atau melanggar aturan penjagaan hutan akan diberi sanksi di tegas berupa taksir.


Share this article via

63 Shares

0 Comment