| 7 Views

Hari Pendidikan, Nasib Guru Tetap Termiskinkan

Oleh: Wilda Ummu Akhtar 
Bogor

Miris memang hari pendidikan yang diperingati dengan upacara dan semangat mendidik siswa dan siswi namun ternodai dengan keadaan guru yang belum sejahtera.

Adapun program pemerintah dengan adanya sertifikasi guru tetap mengharuskan syarat tertentu untuk kelulusannya. Minimal sarjana pendidikan, mengabdi 4 tahun, lolos seleksi administrasi dan lain-lain. 

Padahal diluar sana masih ada guru yang mengajar dengan penuh ketulusan seperti halnya harus berjalan kaki atau memakai kendaraan bermotor tertentu yang bisa melewati tanah dan bebatuan yang terjal. 

Belum lagi kesabaran guru diuji dengan tingkah anak yang tidak beradab, guru mudah dilaporkan hanya masalah sepele, wali murid yang membela anaknya padahal kedapatan melanggar aturan tata tertib sekolah. 

Islam sangat memuliakan peran guru, pendidikan bagi syariat Islam dinomorsatukan karena ilmu berbarengan dengan iman. Iman tanpa disadari dengan ilmu akan muncul kesesatan. Oleh karena itu dalam Islam setiap murid wajib menuntut ilmu karena hukumnya fardhu ain berbuah pahala.

Banyak sekali ilmuwan-ilmuwan yang berasal dari kalangan kaum muslim seperti Ibnu Sina, Ibnu Faras, Alkhawarizmi, Ibnu Batuta dan masih banyak lagi. Mereka orang-orang yang berilmu dan beriman. Semakin tinggi ilmunya semakin merasa takut kepada Allah SWT.

Beda halnya dengan sistem sekuler saat ini yang memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga muncullah murid-murid yang tidak beradab, guru yang tidak amanah dan sistem pendidikan yang berorientasi materi semata. 

Islam menjadikan setiap orang berpendidikan memiliki kepribadian Islam. Yakni pola pikirnya Islam dan pola sikapnya Islam. Sehingga yang digaungkan adalah mencintai ilmu karena bukti cinta kepada Allah SWT semakin bertakwa dan beriman. 

Islam juga memuliakan profesi guru, guru sangat disejahterakan dalam Islam. Tidak seperti zaman now guru malah terjerat pinjol demi memenuhi kebutuhan pribadinya. Guru nilep uang SPP demi menafkahi keluarganya bahkan guru harus ngojek demi menambah pemasukan hariannya. 

Sudah saatnya umat kembali kepada sistem Islam yakni khilafah yang mengedepankan pendidikan berasaskan aqidah Islam dan mencetak generasi berakhlakul karimah. Mencetak pemimpin di masa depan yang cemerlang karena kurikulumnya berdasarkan Al-Qur'an dan Al hadist.

Wallohu'alam.


Share this article via

0 Shares

0 Comment