| 7 Views
Duka Untuk Wanita Pencari Nafkah
Oleh: Wilda Ummu Akhtar
Bogor
Viral kecelakaan kereta api yang menabrak gerbong wanita. Innalilahi wa innailaihi rojiun. Semoga husnul khotimah semuanya. Ya Rob, di sistem kapitalisme yang begitu kejam ini banyak wanita yang harus berdesak-desakan dan saling berebut untuk naik kereta api di jam malamnya. Ya Rob, dimanakah para pria pencari nafkahnya. Dimanakah para ayahnya atau suaminya dan kakak atau adik prianya.
Dimanakah kepala negaranya sampai tega membiarkan para wanita berjuang hidup sendirian. Astaghfirullah. Bagaimana pertanggungjawaban para penguasa kelak yang acuh kepada mereka. Ya Robb sungguh memilukan peristiwa ini. Sangat manampar harga diri seorang pria seharusnya. Ada yang pejuang garis dua sedang hamil sudah menunggu selama 5 tahun proses kehamilannya menjadi salah satu korban maut kecelakaan kereta api.
Sungguh ironis, kasus demi kasus yang mengorbankan para wanita penguasa masih abai terhadapnya. Karena wanita yang jadi korban bukanlah kerabat yang dekat dengan mereka. Tidak habis fikir seorang ayah, suami atau kakaknya membiarkan adik atau istri atau kakak tercintanya mencari nafkah sebegitunya. Demi sesuap nasi atau prestise semata.
Wanita dalam Islam sungguh dimuliakan. Mereka hanya diminta di rumah menjaga anak-anaknya dan mendidiknya. Pencari nafkah dibebankan kepada lelaki. Yang farduain mencarinya karena berpahala besar. Wanita tak wajib mencari nafkah berpahala sunnah pun tidak. Hanya mubah hukumnya.
Namun lihatlah di sistem kapitalisme saat ini wanita dipaksa waras padahal sudah lelah bekerja, pulang mengurus keluarga dan tek-tek bengeknya. Pria pulang mencari nafkah langsung bisa beristirahat tapi wanita ke dapur, ke kasur bahkan ke sumur dia jalani. Bagaimana mereka tidak lelah?
Apalagi solusi yang digaungkan tidak masuk akal, pria di gerbong wanita saja. Begitu murahnya arti nyawa manusia dalam sistem kapitalisme. Padahal sejatinya hak keamanan berkendara umum milik semua tidak dibatasi oleh gender. Bukankah kita seharusnya merindukan sistem islam yakni khilafah yang memuliakan nyawa seseorang baik pria maupun wanita?
Namun ironisnya kita masih berharap kepada sistem kapitalisme sekuler yang menjadi biang kerok permasalahan masyarakat saat ini. Sungguh ironis, kapitalisme tidak memanusiakan manusia baik pria maupun wanitanya.