| 57 Views

Gedung Ponpes Ambruk, Jaminan Fasilitas Pendidikan Buruk?

Oleh: Endang Seruni 
Muslimah Peduli Generasi

Masyarakat dikejutkan dengan ambruknya gedung 4 lantai termasuk bangunan musholla di asrama putra pondok pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin, 29 September 2025.

Peristiwa ini terjadi pada saat santri sedang menunaikan sholat ashar berjamaah. Jumlah total korban mencapai 171 orang, sebanyak 104 orang selamat dan 67 dinyatakan wafat. Seluruh korban yang meninggal dilakukan proses identifikasi yang dilakukan oleh tim identifikasi korban bencana (Republika.co.id, 7/10/2025).

Atas peristiwa ini Kementerian Agama akan melakukan evaluasi terkait kelayakan bangunan dan tempat ibadah. Sebagai langkah mitigasi, agar peristiwa yang sama tidak terulang di daerah lain (Kompas.id, 2/10/2025).

Ambruknya bangunan pondok pesantren disinyalir konstruksi bangunan yang tidak kuat, tidak stabil, atau labil. Awalnya konstruksi bangunan direncanakan hanya untuk 1 lantai tapi kemudian dibangun 3 lantai. Sementara sumber dana pembangunan Ponpes ini berasal dari para wali santri dan donatur yang jumlahnya terbatas. Pembangunan terus dilakukan mengingat jumlah santri yang banyak. Sayangnya dengan terbatasnya dana membuat bangunan dibangun tanpa mengantongi IMB atau melibatkan ahli konstruksi. Bahkan proses pembangunannya saja melibatkan para santri untuk bergotong royong.
Ini menjadi bukti lepas tangannya negara dalam mengurusi urusan rakyat.

Pembangunan fasilitas pendidikan seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memberikan fasilitas yang layak. Ponpes adalah tempat bagi para santri untuk menimba ilmu. Negara lah yang seharusnya memberikan fasilitas berupa infrastruktur pendidikan bagi rakyat.

Dalam sistem Kapitalisme negara abai dan lepas tangan dalam pengawasan kelayakan infrastruktur pendidikan.

Sistem ini adalah sistem yang menjauhkan agama dari kehidupan. Agama hanya sebatas ritual, hanya diemban oleh individu. Negara akan hadir jika peristiwa naas sudah terjadi, dengan dalih mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang di wilayah lain. 

Pendidikan dalam sistem Islam adalah hal yang penting. Islam mengatur sektor pendidikan dari kurikulum, tenaga pendidik juga infrastruktur yang menunjang terselenggaranya proses pembelajaran. Islam mewajibkan negara untuk menyediakan fasilitas pendidikan dengan standar keamanan, kenyamanan dan kualitas yang terbaik.

Untuk pembangunan infrastruktur negara membiayainya dari Baitulmal. Negara bertanggung jawab penuh terhadap fasilitas pendidikan tanpa membedakan sekolah negeri atau sekolah swasta. Semua mendapatkan fasilitas yang sama.

Dalam Islam kemaslahatan rakyat adalah tanggung jawab negara. Hanya negara yang menerapkan sistem Islam yang memiliki visi riayah atas urusan rakyat. Untuk itu sudah sudah selayaknya kita menerapkan sistem Islam, yang terbukti memberikan jaminan pada semua fasilitas publik, termasuk fasilitas pendidikan.

Waallahua'lam bishawab.


Share this article via

31 Shares

0 Comment