| 20 Views
Cinta Ditolak, Kapak Bertindak
Oleh : Ummie Uqie
Sebuah kejadian mengerikan baru-baru ini menimpa seorang mahasiswi UIN SUSKA Riau yang dibacok menggunakan kampak oleh teman prianya..Mirisnya kejadian ini sudah direncanakan sejak lama oleh Reyhan, sang pelaku.
Dipicu persoalan asmara, sang pelaku tidak terima cintanya ditolak korban apalagi hubungan keduanya cukup dekat.
Akhirnya dendam dan sakit hati berujung pada niat jahat penganiayaan yang menimbulkan banyak luka berat pada tubuh korban.
Bahkan pada sekilas analisa, kita bisa menyimpulkan sebuah pola hubungan tidak sehat pada pergaulan mereka dan selayaknya peristiwa tersebut menggugah kesadaran masyarakat bahwa fenomena ini sungguh mengkhawatirkan bagi keselamatan pergaulan generasi muda kita.
Apa yang digaungkan oleh paham sekularisme yang membentuk standar kebebasan tanpa arah, menghasilkan generasi cemen yang cenderung dekat dengan kekerasan, bertindak tanpa berpikir, bermental lemah, mengagungkan syahwat dan materi, minus rasa malu dan kasih sayang.
Semua itu adalah akibat dari tidak adanya fondasi aqidah, sebagai rambu-rambu bagi setiap pemikiran dan tindak tanduk manusia.
Peristiwa-peristwa sejenis yang marak terjadi, membuktikan gagalnya sistem pendidikan sekuler dalam menjaga pergaulan remaja yang sehat dan selamat. Gagal dalam menerapkan norma-norma yang selaras dengan pembinaan generasi yang berkepribadian mulia.
Di dalam Islam, masyarakat akan saling mengingatkan dalam kebaikan, menjadi kontrol terhadap berbagai kemaksiatan dan mendukung ketaatan.
Negara bertanggung jawab penuh melalui sistem pendidikan yang memprioritaskan pembinaan yang ditegakkan di atas dasar aqidah guna membentuk generasi terbaik sesuai dengan nilai-nilai syariat.
Pergaulan akan diatur sedemikian rupa sehingga tidak ada istilah pergaulan bebas ( bebas pacaran, bebas selingkuh, bebas berkhalwat dll) sebagaimana ditanamkan oleh sistem kapitalis yang semakin menunjukkan boroknya dengan wujud-wujud mengerikan yang tercermin pada perilaku generasi muda yang tak lagi takut dosa.
Wallahu A'lam bisshowwab
Bogor, 140326