| 5 Views

Bulan Syawal Sudah Hadir dalam Menyambut Hari Kemenangan Umat Islam

Oleh : Dewi Yuliani 

Umat Islam  telah merayakan satu idul Fitri tanggal 19 Maret tahun 2026 yang di mana umat Islam menyambut hari kemenangan di hari raya idul Fitri yang dimana umat Islam selesai dalam menuntaskan ibadah puasa di bulan Ramadhan setelah menuntaskan ibadah puasa di bulan Ramadan bulan yang menjadi madrasah besar pembentuk takwa sebagaimana firman Allah dalam Quran surah al-baqarah ayat 183:  Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

pada hari raya idul Fitri telah dilangsungkan di berbagai kota di antaranya Palembang, Bangka Belitung, Lampung , Samarinda , Banjarmasin, Serang ,Bekasi Garut ,Cirebon ,Bandung, kabupaten Bandung, Surabaya ,Jember, Tulungagung, Malang, Mojokerto ,Tuban, Magetan, Banyuwangi, Makassar, dan kota-kota lainnya di Indonesia. Juga ada beberapa berbagai negara diantaranya Afghanistan, Pakistan ,Maroko ,dan banyak negara lainnya yang telah merayakan idul Fitri.

Ketaat yang tercermin bukan dalam amal ibadah ruhiah saja melainkan dalam kehidupan karena itu ketakwaan akan membawa kaum muslimin tidak hanya mengamalkan kewajiban shalat puasa dan ibadah-ibadah ritual lainnya dalam berbagai perkara lainnya seperti politik atau pemerintahan ekonomi pendidikan sosial bagaimana yang dikabarkan oleh Allah dalam Quran surah Ali Imron ayat 110.

maka di momen  hari raya idul Fitri seharusnya suasana yang terbentuk bukan hanya sekedar hingar-bingar atau  baju baru keluarga saja tetapi  lebih dari itu idul Fitri semestinya menjadi ruang refleksi untuk menilai sejauh mana ketakwaan telah terwujud dalam kehidupan sehari-hari pasalnya dunia kaum muslimin hari ini sangat tidak baik-baik saja umat Islam yang jumlahnya hampir 2 miliar  masih banyak yang tertindas saudara-saudara Muslim di Gaza terus dibombardir hidup di bawah  penjajahan zionisme darah kaum muslim terus ditumpah di Myanmar, sinjiang, kasmir, duka di Sumatera, dan sejumlah wilayah lain akibat bencana belum bisa dihapuskan inilah realita negeri-negeri muslim mereka diserang dari berbagai arah bahkan Iran juga baru saja di bombardir oleh Amerika Serikat dengan besarnya potensi yang mereka miliki.

Bahkan  kekuatan militer di negeri-negeri berita yang terus menimpa kaum muslimin hari ini sebenarnya karena umat Islam tercerai berai meraih terpecah belah terpisah-pisah oleh batas-batas semu yang sengaja dibuat oleh bangsa-bangsa kafir penjajah. Bahkan kaum muslimin dipisahkan oleh negara-negara bangsa atau nasionalisme sempit akibatnya ketika suatu negeri Muslim lainnya tidak mampu membela sebagai satu kekuatan.

Oleh karena itu kaum muslim tentu tidak selayaknya menggantungkan harapan kepada lembaga-lembaga kafir internasional dan kekuatan kapitalisme global termasuk kepada lembaga-lembaga ilegal seperti board office atau bop atau dewan perdamaian yang jelas-jelas tak akan berlaku adil apalagi bop ini dipimpin oleh Donald Trump seorang penjahat internasional presiden dari sebuah negara imperial itulah Amerika Serikat sebagai pengusung utama ideologi kapitalisme sejak tahun 1798 hingga 2022 Amerika Serikat telah melakukan 469 kali intervensi militer ke berbagai negara secara brutal baik dengan atau tanpa legitimasi internasional yang mampu menjaga kehormatan.

Kaum muslim membutuhkan sebuah negara bernama khilafah dulu kehadiran khilafah mampu menyatukan kaum muslimin di bawah kepemimpinan global menjadikan umat Islam disegani dan diperhitungkan hingga tak mudah untuk umat Islam untuk melecehkan dan menistakan mereka, semua itu karena khilafah adalah junnah atau pelindung umat Islam sebagaimana yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sabdakan dalam hadisnya.

Sesungguhnya imam atau khalifah adalah perisai atau pelindung orang-orang berperang di belakang dia dan berlindung kepada dirinya hadis riwayat Muslim.

Perlu kita ketahui bahwasannya kehadiran khilafah adalah bukti nyata ketika ketakwaan dihadirkan untuk mengatur kehidupan saat Alquran dijadikan pedoman hidup di segala arena saat sunnah nabi dijadikan petunjuk jalan kehidupan dunia dan saat umat Islam kembali bersatu dalam persaudaraan yang nyata di bawah kepemimpinan islam sedunia dengan demikian sudah seharusnya perayaan idul Fitri ini dijadikan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan membangun kesadaran untuk mengembalikan kehidupan Islam yang pernah dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Wallahu alam bishawab


Share this article via

0 Shares

0 Comment