| 300 Views
Antara Persatuan Umat Islam Dalam Pelaksanaan Haji Dan Kenyataan Umat Islam Yang Terpecah
Oleh : Yeni Ummu Alvin
Aktivis Muslimah
Sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan melihat berkumpulnya umat Islam di kota Makkah al-mukaromah, untuk menunaikan perintah Allah, mereka datang dari berbagai penjuru dunia, apapun warna kulitnya, apapun pangkat dan kedudukannya tapi semuanya bersatu mengucapkan kalimat yang sama, memakai pakaian ihram yang sama dan menuju tempat yang sama, hal ini sungguh membuktikan bahwa persatuan umat Islam bukanlah hal yang mustahil dilakukan, dengan perintah yang sama umat Islam bersatu untuk menunaikan perintah Allah dengan memenuhi panggilan Allah menjadi tamunya Allah, dengan senantiasa mengumandangkan kalimat talbiyah yang berisi seruan tauhid. Namun sayang persatuan itu akan segera hilang setelah selesainya pelaksanaan ibadah haji, semua rangkaian yang dilakukan bersamaan di satu tempat dalam satu waktu tidak mampu mengantarkan umat Islam pada persatuan yang hakiki.
Saat ini banyak terjadi perbedaan antara umat Islam, satu diantaranya mengenai penetapan hari raya idul Fitri, di Indonesia ada potensi perbedaan dalam penetapan hari raya Idul Adha 1446 H antara Muhammadiyah dan pemerintah-NU, Hal ini dikarenakan perbedaan metode penentuan awal bulan Dzulhijjah antara hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Alhamdulillah untuk tahun ini mayoritas umat Islam termasuk Indonesia merayakan idul Adha pada hari Jum'at,6 Juni 2025, meskipun di beberapa negara lain merayakannya pada hari Sabtu,7 Juni 2025.
Persatuan umat Islam tidak didasari kesamaan budaya, etnis ataupun nasionalisme, melainkan disatukan oleh aqidah Islam yang menghapuskan segala bentuk perbedaan duniawi, dengan bersatunya umat Islam seperti persatuan yang terjalin saat pelaksanaan Idul Adha, maka akan menjadi kekuatan dunia yang akan disegani oleh bangsa-bangsa lain. Namun sayangnya sampai saat ini persatuan itu hanya terjalin sesaat, setelah selesai pelaksanaan Idul Adha maka umat akan kembali tercerai berai bahkan saling bermusuhan karena adanya ikatan nasionalisme dan golongan yang diciptakan oleh kafir penjajah, sehingga akan melupakan penderitaan saudara seiman di berbagai penjuru dunia.
Padahal dengan bersatunya umat Islam akan menjadi kekuatannya yang menggentarkan musuh-musuh Islam, selama ini Islam diremehkan dan dilecehkan karena tidak adanya kepemimpinan yang mengurusi urusan umat Islam, tanpa persatuan umat Islam di bawah naungan kepemimpinan islam, umat islam hidup dalam ketertindasan, penjajahan dan penganiayaan yang tiada akhir, meski jumlah umat Islam 2 miliar di seluruh dunia, namun pada hakekatnya mereka mati, hanya mementingkan kepentingannya dan egonya serta kebangsaan masing-masing, diam tak bergeming melihat saudaranya dibantai.
Saat ini umat Islam tidak lagi disatukan oleh akidah, akan tetapi disatukan oleh ikatan kesukuan dan kebangsaan, bahkan yang lebih miris lagi banyak negeri-negeri muslim yang justru menjalin persahabatan dengan beberapa negeri-negeri kafir penjajah yang membantai saudaranya.
Sudah selayaknya umat Islam mengambil dan memahami momentum yang terjadi di hari Idul Adha ini, sebagai lambang untuk bersatunya kembali umat yang terpecah-pecah menjadi umat yang satu yakni satu pemikiran, perasaan dan peraturan, dengan menghilangkan segala perbedaan dan menjalin ikatan ukhuwah islamiyah, sungguh umat Islam adalah umat yang satu, bertuhankan satu yaitu Allah subhanahu wa ta'ala dan berhukum satu yakni dengan Alquran.
Persatuan sejatinya hanya dapat terwujud dalam institusi politik Islam global yakni Khilafah, hanya dengan Khilafah yang akan menyatukan umat Islam dalam satu tubuh dan satu tujuan, umat Islam akan menjadi umat yang terbaik yang menjadikan hidupnya sementara untuk mendapatkan ridho Allah subhanahu wa ta'ala dengan hidup di dunia melaksanakan semua ketaatan yang diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan segala larangan, Idul Adha mengajarkan ketaatan mutlak kepada Allah dan seharusnya mendorong umat Islam untuk patuh sepenuhnya pada syariat Islam bukan hanya pada aspek ritual semata tapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hanya Khilafah yang akan mampu menyatukan umat Islam ibarat satu tubuh, apabila salah satu tubuhnya sakit maka seluruh tubuh yang lainnya akan bekerja sama untuk menghilangkan sakit tersebut, sebagaimana kesakitan yang dirasakan saat ini oleh Palestina maka semua negeri-negeri muslim akan bekerja sama untuk menghilangkan kesakitan itu dari Palestina.Semoga Idul Adha ini menjadi titik balik bagi kebangkitan umat Islam dengan menjalin kembali persatuan yang hakiki, tentunya dengan tegaknya syariah dan persatuan umat dalam satu kepemimpinan Islam yaitu Khilafah Islamiyah.
Wallahu a'lam bish showwab.