| 66 Views

Anak Muda Bangkit Jangan Dipersulit

Oleh : Jen
Bogor

Indikasi kesadaran politik pada generasi masa kini atau yang disebut Gen Z, menunjukkan tingkat kekritisan terhadap situasi politik dan gencarnya tuntutan perubahan yang kian memanas di kalangan muda.

Kemudahan akses informasi digital yang massif memberitakan ketimpangan-ketimpangan terhadap keadilan terus membakar suara-suara yang mengklaim mewakili aspirasi sosial dan menjadi alasan kuat bagi Gen Z untuk mulai terlibat dalam gerakan perubahan.

Hal itu nampak pada aksi massa besar-besaran yang baru-baru ini terjadi. Bahkan masih kental dalam ingatan bagaimana aksi massa tersebut menyuarakan keresahan dan kekecewaan publik, bahkan diwarnai dengan jatuhnya korban dan berbagai insiden kericuhan.

Sisi keadilan masyarakat luas yang terusik oleh kenyataan betapa penguasa bersikap dan bertingkah semena-mena menciptakan kesenjangan yang melukai rakyat, sehingga terjadilah gelombang protes dan aksi menggugat terhadap DPR berikut kebijakan-kebijakannya.

Sedikitnya ada 959 tersangka kerusuhan yang diamankan kepolisian saat terjadi demonstrasi pada 25-31 Agustus 2025 di berbagai daerah. Ditengarai 664 pelaku dewasa dan 295 pelaku terkategori anak-anak.

Namun penetapan 295 pelaku terkategori anak-anak sebagai tersangka oleh kepolisian kemudian mendapat perhatian khusus dari Komnas HAM dan KPAI terkait adanya perlakuan terhadap mereka yang tidak manusiawi seperti pengancaman , dan dikeluarkan dari sekolah dan berbagai tuduhan negatif termasuk anarkisme dan opini yang mengarah pada pengkerdilan kesadaran politik generasi muda.

Pembungkaman dengan narasi negatif menunjukkan betapa penguasa ketakutan terhadap potensi kesadaran politik dan kekuatan yang terhimpun dari semangat perubahan generasi muda ini.

Maka mereka dibatasi, dikerdilkan bahkan dikriminalisasi. Itulah yang terjadi ketika panggung politik kapitalis bermain. Tak ada ruang bagi aspirasi, tak ada idealisme bagi keadilan. Yang terjadi adalah ketidaktentraman pada segala situasi.

Sungguh jauh sekali dengan bagaimana cara Islam memandang potensi generasi muda ini.

Pada pandangan Islam, generasi muda seharusnya mengukuhkan identitasnya sebagai generasi dengan kualitas terbaik, berkeimanan kuat, sehingga terbentuk sosok tangguh yang pemberani, yang berkesadaran politik tinggi dan terarah, menjadi agen bagi perubahan dan pemandu bagi gerakan amar ma'ruf nahi munkar.

Maka mendukung potensi tersebut akan mengarahkan tujuan kesadaran politik para muda pada kesadaran politik yang benar dan bersifat revolusioner sesuai kaidah syara'.

Berhijrah dari pandangan politik kapitalis kepada pandangan politik Islam adalah agenda yang harus terus menerus digaungkan pada pemahaman generasi muda kita.

Wallahu a'lam bisshowab.


Share this article via

36 Shares

0 Comment