| 9 Views

Akhlak Rusak, Akibat Sistem yang Rusak

Oleh: Ummu Niswati

Peristiwa yang memprihatinkan kembali terjadi dan kali ini mencoreng dunia pendidikan. Dalam salah satu artikel yang diambil dari Detik Jabar, Sabtu, 18/04/2026 pukul 13.00 WIB, sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan sejumlah siswa menunjukkan sikap tidak pantas terhadap seorang guru di dalam ruang kelas. Dalam rekaman tersebut, para siswa terlihat mengejek hingga melakukan gestur acungan jari tengah yang dinilai melecehkan sosok yang seharusnya dihormati.

Dan sudah terdapat fakta juga bahwa pihak sekolah sudah memberikan skorsing selama 19 hari. Namun, Bapak Dedi Mulyadi menilai bahwa sanksi yang diberikan tersebut tidaklah menimbulkan efek jera dan tidak membentuk karakter kepada siswa. Ia lantas mengusulkan bentuk hukuman yang lebih edukatif dan berdampak langsung terhadap perubahan perilaku para siswa.

Dapat kita ketahui, terjadinya peristiwa ini adalah cerminan bahwa betapa krisisnya moral pada siswa, dan ini adalah akibat dari sistem pendidikan sekuler liberal, sebuah sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, sebuah sistem yang membiarkan agama tidak berperan dalam kehidupan yang akhirnya mengabaikan adab kepada guru.

Sering kali hal ini dilakukan demi konten untuk mendapatkan banyak pengikut (followers) dan menginginkan viralitas serta menunjukkan bahwa dirinya ingin terlihat keren dari teman-teman yang lainnya. Dari kejadian tersebut, ini menunjukkan betapa lemahnya wibawa guru. Pertanyaannya, mengapa para siswa berani melakukan hal tersebut? Apakah karena sanksi di dalam sekolah yang selama ini tidak memberikan efek jera terhadap para siswa atau karena gurunya tidak berdaya karena takut dituntut oleh orang tua para siswa akibat menegurnya?

Pemerintah sering sekali menggaungkan “Profil Pelajar Pancasila”. Dengan adanya kasus seperti ini, membuktikan bahwa program-program tersebut baru hanya sebatas formalitas administratif di atas kertas saja, belum menjadi sebuah realitas dalam kehidupan.

Seharusnya kurikulum itu dibangun berlandaskan akidah Islam yang nantinya akan melahirkan generasi yang memiliki kepribadian Islam pula (syakhshiyah Islamiyah) yang nantinya akan melahirkan pola pikir dan pola sikap yang sesuai syariat. Tidak seperti sekarang yang semuanya tidak diatur oleh Islam dan berakibat rusak pula semua sistemnya, bahkan sistem pendidikan salah satunya.

Negeri ini harus menyaring konten-konten digital yang dapat merusak moral para siswa, seperti tontonan yang mencontoh pelecehan, kekerasan, dan pembangkangan. Dalam Islam, para guru diposisikan sebagai sosok yang sangat mulia yang mendapatkan penghargaan tertinggi dan penghidupan yang sangat layak dari negara, sehingga wibawa para guru terjaga di mata masyarakat dan para siswa.

Dalam Islam ada penerapan sistem sanksi yang berfungsi sebagai penebus (jawabir) atas dosa bagi pelaku dan pencegah (zawajir) bagi orang lain agar tidak melakukan hal serupa. Maka, jika sanksi ini diberikan dan diterapkan, akan menghasilkan efek jera yang nyata, namun tetap adil sesuai dengan syariat.


Share this article via

1 Shares

0 Comment