| 327 Views

Abai Dalam Pendidikan

Oleh : Siti Wilda Malik 
Bogor

Sangat sedih mendengar kabar bahwa  tunjangan dosen dihentikan dengan alasan perubahan nomenklatur dan ketiadaan anggaran. Bagaimana bisa tidak ada anggaran padahal negara Indonesia ini kaya raya sumber daya alamnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat abai dalam bidang pendidikan. Tidak serius memperhatikan kesejahteraan para pendidik padahal menjadi seorang pendidik tidaklah mudah. Apalagi menjadi seorang dosen mereka harus mendapatkan IPK minimal 3, pernah mendapatkan beasiswa dan sedang melanjutkan program S2. 

Mirisnya masih ada nasib dosen yang berpenghasilan kurang dari 2 juta perbulan, padahal modal menjadi dosen minimal memiliki laptop sebagai daya tunjang mereka dalam mengajar mahasiswa. Pantas saja banyak lulusan mahasiswa yang tak berniat menjadi dosen padahal cerdasnya luar biasa karena mereka lebih memilih menjadi karyawan swasta yang lebih menjanjikan karirnya.

Di sisi lain mahasiswa pun mengalami kesulitan karena biaya kuliah yang mahal. Mahasiswa yang tidak mampu kesulitan mengakses beasiswa karena ketatnya syarat yang ditetapkan penerima KIP Kuliah 2025. Sebenarnya ada banyak mahasiswa yang membutuhkan beasiswa namun terkendala dengan aturan-aturan yang ditetapkan.

Dalam syari'at Islam pendidik dan pelajar sangat diperhatikan. Seorang pendidik adalah pengemban amanah untuk membentuk kepribadian peserta didik. Pelajar pun didorong untuk menuntut ilmu setinggi mungkin karena motivasi agama. Sehingga biaya pendidikan dibuat sangat terjangkau bahkan gratis tak pandang bulu apakah dia muslim atau non muslim. 

Biaya hidup seorang pendidik dijamin oleh negara bahkan gaji yang diberikan bisa mencapai 15 dinar untuk pendidik huruf hijaiyah di kalangan anak-anak apalagi jika mereka seorang dosen yang mendidik dengan kesulitan yang lebih tinggi gajinya lebih dari 15 dinar atau 30 juta sebulan. Maka baik pendidik maupun peserta didik pasti semangat dalam menuntut ilmu.

Anggarannya dari mana? Dari sumber daya alam yang dikelola oleh negara sendiri. Dari pemasukan pajak yang berasal dari orang- orang kaya saja itupun jika kas sedang defisit dan dari pemasukan penaklukkan negara-negara yang berhasil ditaklukkan. Maka sudah saatnya hijrah kepada sistem Islam yakni khilafah yang telah terbukti mensejahterakan dosen dan membentuk karakter mahasiswa yang mumpuni. 

 


Share this article via

212 Shares

0 Comment