| 29 Views

Zionis Israel Kembali Mnegepung Gaza, Tentara Islam Sangat Dinanti

Oleh : Siti Nurhasna Fauziah
Aktivis Dakwah dan Pemerhati Generasi

Sejak tanggal 18 September 2025 sudah terjadi pemadaman listrik, internet, telekomunikasi putus secara total di Gaza. karena serangan Israel melumpuhkan jalur infrastruktur utama. Seperti dilansir dari Andolu hal ini memperburuk isolasi wilayah kantong tersebut saat genosida Israel sedang berlangsung.Otoritas Regulasi Telekomunikasi Palestina mengonfirmasi bahwa jaringan telepon rumah dan internet terputus di Kota Gaza dan sebagian wilayah utara pada Rabu setelah kabel dan fasilitas utama rusak.

Tidak hanya itu, pemadaman listrik tentunya berpengaruh sangat besar terhadap rumah sakit yang berada di Gaza, mereka tidak bisa menjalankan secara utuh pelayanan rumah sakit. Dan dapat dikatakan bahwa rumah sakit yang berada di Gaza diambang kehancuran.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada Kamis seperti dilansir dari Aljazeera bahwa serangan Israel, yang saat ini berpusat di Kota Gaza, "menimbulkan gelombang pengungsian baru, memaksa keluarga-keluarga yang trauma ke wilayah yang semakin menyempit dan tidak layak huni".

Tank dan pesawat tempur Israel menggempur Kota Gaza pada Kamis, menyebabkan warga sipil Palestina yang ketakutan berlarian menyelamatkan diri saat militer mengintensifkan serangannya."Korban luka dan penyandang disabilitas tidak dapat bergerak ke tempat aman, yang menempatkan nyawa mereka dalam bahaya besar," kata Tedros."Kami menyerukan segera diakhirinya kondisi yang tidak manusiawi ini. Kami menyerukan gencatan senjata."

Upaya pengosongan wilayah Gaza dilakukan dengan membuka jalur evakuasi Salah al-Din. Sekalipun negara-negara di dunia mengecam dan mengembargo, Israel tetap bergeming. Belgia menerapkan larangan impor dari Israel. Spanyol mengubah embargo senjata de facto yang berlaku saat ini menjadi undang-undang, dan melarang kapal dan pesawat yang membawa senjata ke Israel untuk berlabuh di pelabuhan Spanyol atau memasuki wilayah udaranya. Norwegia akan melakukan divestasi dari perusahaan -perusahaan yang terdaftar di Israel. Uni Eropa, berencana memberi sanksi kepada menteri sayap kanan dan menangguhkan sebagian elemen perdagangan dari perjanjian dengan Israel.
             
Di Hollywood, surat penyeruan boikot terhadap perusahaan, festival, dan penyiaran Israel, telah ditandatangani oleh lebih dari 4.000 orang dalam sepekan. Demikian juga di bidang olahraga (balap sepeda dan catur). Bahkan, sekjen PBB mengingatkan Dunia tak boleh terintimidasi oleh Israel.

Namun, beberapa hal diatas tidak meruntuhkan tujuan awal Israel mengusai
Gaza, karena ktu sudah menjadi strategi politik dan militer mereka. segala macam bentuk pemboikotan terhadap Israel tidak akhirnya menjadikan Gaza menjadi bisa menghela nafas sebentar. Isarel tidak bergeming sedikitpun.

Kondisi ini semakin menggila, karena ini bukan lagi dikatakan perang. Tetapi lebih tepatnya adalah genosida, hingga menimbulkan krisis kemanusian, pangan dan tentunya sudah jutaan jiwa menjadi korban dari peristiwa ini. Dan ini tidak akan berakhir hanya dengan kecaman ataupun pemboikotan. Karena tujuan akhir dari Israel adalah membangun negara Israel Raya dengan menjadikan palestina sebagai pusat kekuasaannya.

Yang lebih Ironi, semua ini berjalan atas dukungan negara nomor 1 di dunia, yaitu Amerika Serikat. Karena dukungannya Israel mampu sejauh ini melangkah dan bertindak. Negara AS menjadi tempat di mana para kapitalis dunia yang terafiliasi kepada Gerakan zionis, bermukim. Karena dalam sistem kapitalisme, boikot hanya lipstik politik, Kerja sama dengan Yahudi tetap berjalan secara rahasia selama masih menguntungkan.

Lantas bagaimana solusi yang tepat agar semua ini dapat berakhir ? solusinya adalah kehadiran tentara islam, tentara kaum muslim dibawah komando khalifah. Merekalah yang mampu melawan tentara zionis israel secara seimbang. Namun, semua itu tidak bisa dihadirkan secara mudah tanpa adanya Daulah Islam, tanpa ada nya Khilafah. Maka saat ini, yang bisa kita lakukan adalah berdakwah mensyiarkan Islam agar Daulah islam kembali tegak di muka bumi. Membuat para penguasa di setiap negeri muslim sadar, bahwa satu-satunya cara mengembalikan Palestina adalah dnegan Khilafah bukan yang lain.

Perlu kita ingta bahwa sepanjang sejarah islam, bahwa kaum Yahudi adalah kaum yang paling keras permusuhannya, kaum yang paling tidak suka dnegan Islam sampai kita benar-benar masuk kedalam ajarannya mereka. Allah SWT berfiman dalam Qs. al maidah ayat 82 : “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya kepada kaum muslimin  ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”

Maka, pemboikotan saja tidak akan menghasilkan kebebasan bagi Gaza. Hanya dengan Khilafah’ala minhajinubuwah yang mampu melumpuhkan Israel dan membebaskan Gaza, Palestina dan seluruh manusia dari makar jahat zionis Israel. Mari kita dari sekarang sadarkan seluruh kaum muslimin, sadarkan para pemimpin negeri muslim bahwa satu-satunya solusi hanyalah dengan Islam, tegaknya Khilafah.
Allahuakbar

Wallahu’alam bii sawwab.


Share this article via

60 Shares

0 Comment