| 226 Views
Yang Terbaik
Oleh : Nadisa Rifqiyah
Sudah lebih dari 1400 tahun — dalam hitungan tahun hijriyah — Nabi terakhir yang dimiliki oleh kaum Muslimin kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Manusia terbaik yang pernah dilahirkan ke muka bumi untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Kelahirannya menjadi kebahagiaan bagi penduduk bumi, manusia maupun makhluk Allah yang lainnya. Keberkahannya melimpah ruah. Maka wajarlah kepergiannya meninggalkan sedih yang mendalam untuk siapapun yang hatinya masih hidup.
Kepergiannya memang mengakhiri cerita para Nabi yang diutus langsung oleh Allah, tapi tidak mengakhiri langgengnya Islam. Sebelum kepergiannya, Allah telah membimbingnya untuk menyiapkan keberlanjutan Islam hingga akhir zaman. Tidak ada lagi Nabi, tapi ada Umatnya yang diperintahkan untuk saling berdakwah, mengingatkan satu sama lain. Juga ada Khulafaur Rasyidin, dan khalifah-khalifah seterusnya yang memfasilitasi Umat untuk bisa menghamba tunduk patuh pada aturan Allah seutuhnya.
Kepemimpinan itu terus berlanjut beratus tahun setelahnya. Berpindah dari satu khalifah ke khalifah berikutnya. Orang-orangnya berganti, namun aturan yang digenggam tertinggi tetap sama. Syariat Islam, aturan yang Allah berikan untuk Umat Muhammad hingga akhir zaman nanti.
1300 tahun lebih setelah kelahirannya, aturan tersebut digantikan dengan aturan buatan manusia. Tepatnya di tahun 1342 Hijriyah atau 1924 Masehi. Bukan karena Allah meminta manusia mengganti aturannya. Tapi karena sebagian manusia merasa aturan dari Allah sudah saatnya diganti. Meski sebagian lagi tidak merasa demikian, namun tidak ada lagi kekuatan pemimpin untuk membela suara tersebut. Karena aturan dari Allah beserta pemimpinnya ini sudah digulingkan padai 3 Maret 1924.
Allah menghadirkan Rasul SAW ke bumi bukan tanpa alasan. Bukan hanya sebagai motivator di kala butuh, penghibur di kala sedih, atau guru di kala ingin belajar. Tapi sebagai contoh lengkap, seperti apa kita harus menjalani hidup. Maka berbagai peran, sebagi guru, teman, ayah, pemimpin, dan berbagai peran lain tercakup dalam hidupnya. Hadir sebagai contoh untuk kita umatnya.
Allah meminta kita untuk menghamba padanya. Maka Dia tidak hanya memberikan kita perintah tanpa memberi petunjuk seperti apa caranya. Rasulullah SAW-lah, Sang Nabi terakhir, yang menunjukan pada kita apa tujuan hidup sebenarnya, menjadi teladan dalam berbagai aspek dan peran kita dalam kehidupan, mencontohkan cara berdakwah, menjadi role model dalam kepemimpinan terbaik.
Apakah ada role model lain yang lebih baik dari Rasulullah SAW? Apakah metode kepemimpinan yang kita pakai hari ini adalah lebih baik dari yang didirikan oleh Rasulullah SAW?