| 10 Views
Up date Palestina : Hari Tahanan
Oleh : Yeni Ummu Alvin
Aktivis Muslimah
Masyarakat dari berbagai negara turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi dalam rangka memperingati hari tahanan Palestina yang dirayakan setiap tanggal 27 April, Aksi kali ini juga sebagai bentuk protes terhadap undang-undang hukuman mati terhadap tahanan Palestina yang baru saja disahkan oleh zionis Israel.
Pada perayaan hari tahanan Palestina tahun ini, menyoroti realitas paling kelam dan mematikan yang pernah dialami para tahanan dalam beberapa dekade terakhir, para tahanan di dalam penjara-penjara pendudukan Israel saat ini menghadapi kampanye balas dendam yang belum pernah terjadi sebelumnya, menjadikannya sebagai "laboratorium kebrutalan". Kebrutalan ini meningkat tajam bahkan berlipat ganda. Sumber-sumber hak asasi manusia melaporkan lonjakan drastis pada tahanan meningkat sebesar 83 persen, dan lonjakan ini memberikan tekanan luar biasa pada infrastruktur penjara, akhirnya penjara berubah menjadi pusat pelecehan sistemis dan penyiksaan yang luput dari pengawasan internasional. (minanews.net)
Kondisi rakyat Palestina di penjara zionis sangat mengenaskan, mereka diperkosa, dipukuli, disiksa, dilaparkan bahkan hingga meninggal dunia. Sebagai sesama umat Islam, umat harus turut merasakan apa yang dirasakan rakyat Palestina saat ini, yang mereka butuhkan bukan hanya sekedar aksi dan ikut perayaan hari tahanan Palestina, yang dibutuhkan umat saat ini adalah kesadaran bahwasannya ada persoalan yang lebih besar di Palestina, yakni persoalan seluruh umat Islam di dunia bahwasanya Palestina adalah tanah kharajiah, milik umat Islam, yang dirampas oleh zionis dan perlu dibebaskan
Penjajahan dan kekejaman zionis atas Palestina terus berlangsung karena hal ini merupakan proyek imperialisme global yang ditopang penuh oleh negara kapitalisme Barat. Maka dari itu untuk membebaskan Palestina tidak bisa diserahkan pada sistem hukum internasional dan lembaga-lembaga seperti PBB. Karena keduanya merupakan lembaga yang dibentuk oleh negara adidaya demi menjaga kepentingan negara tersebut, sampai kapanpun lembaga ini tidak akan mau melindungi umat Islam yang terjajah. Bahkan HAM yang selalu dinarasikan oleh Barat selalu berstandar ganda dan tidak pernah berpihak pada kaum muslim.
Sesungguhnya permasalahan yang terjadi di Palestina bukan hanya sekedar pelanggaran HAM semata, malainkan dikarenakan ketiadaan pelindung (junnah) bagi umat Islam yakni Khilafah Islamiyyah. Oleh karena itu, untuk mewujudkan kembali Khilafah islamiyah adalah kebutuhan yang mendesak bagi kaum muslimin.
Umat Islam wajib membangun kesadaran ideologis bahwa persoalan Palestina tidak akan selesai dengan hanya melakukan aksi ataupun protes semata, umat Islam juga tidak boleh berdiam diri, sekedar berdiplomasi atau menyerahkan masalah Palestina pada PBB. Sesungguhnya Palestina membutuhkan kepedulian umat Islam, akan tetapi kepedulian itu bukan sekedar empati sesaat melainkan harus didasari dari akidah Islam.
Tegaknya kembali Khilafah Islam akan memberikan solusi tuntas untuk pembebasan Palestina. Khilafah Islam merupakan satu-satunya institusi yang memiliki kewenangan, kekuatan dan kewajiban syar'i untuk menggerakan pasukan jihad dalam membebaskan Palestina. Khilafah akan menghimpun seluruh kekuatan kaum muslim sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Salahuddin Al Ayyubi bersama pasukannya ketika merebut kembali tanah Palestina dari tentara salib.
Wallahu a'lam bishowab.