| 18 Views
Kegagalan Sistem kapitalisme Menciptakan Rasa Aman Di Dunia Pendidikan
Oleh: Tursinah
Aktivis Muslimah
Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan ramah anak terus diperkuat di wilayah Kabupaten Purwakarta. Polres Purwakarta melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) secara aktif terlibat dalam sosialisasi budaya sekolah aman dan nyaman yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Purwakarta.
Hadir mewakili Polres Purwakarta, Kanit V PPA Ipda Agus Setiawan menegaskan bahwa kehadiran kepolisian merupakan bagian dari komitmen penguatan perlindungan peserta didik. Kegiatan ini juga menjadi sarana strategis untuk menyebarluaskan kebijakan terbaru, yakni Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah. (TBNews,24-04-2026).
Kegagalan Negara mengurus Rakyatnya
Rasa aman adalah kewajiban negara yang harusnya rakyat dapatkan, tetapi faktanya, banyak masalah yang terjadi dilingkungan sekolah, seperti kasus bullying, kekerasan seksual, perkelahian dan lain-lain.
Jangankan membuat pencegahan, menghukum agar jera pun negara seakan tak mampu.
Selain itu, sistem pendidikan yang saat ini diterapkan juga tidak dilandasi dengan kurikulum Islam. Jadi jangan heran, generasi yang terbentuk nampak tidak kompeten dan banyak yang terjerat kasus kriminalitas tinggi, sebab solusi yang dihadirkan pemerintah hanya sebatas rencana dan teori.
Padahal, Islam memiliki upaya menciptakan rasa aman bagi anak/pelajar dalam lingkungan pendidikan. Negara akan turut berperan menerapkan Islam secara sistematis, nyata dan menyeluruh dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan.
Solusi Islam
Pendidikan dalam Islam, hanya akan menjalankan kurikulum berlandaskan aqidah Islam. Tujuan pendidikan dalam Islam adalah membentuk karakter Islami pada generasi sejak dari dini. Dengan begitu, mereka terdidik dengan pola asuh islami serta akan terhindar dari sifat-sifat buruk (tawuran dan perilaku menyimpang lainnya).
Bukan hanya itu, negara akan selektif memilih pendidik dalam setiap sekolah atau universitas, demi terciptanya generasi Rabbani yang taat aturan Islam dan mampu memuliakan Islam dengan berbagai karya yang bermanfaat untuk umat. Mengenai upah yang diberikan kepada pendidikan, negara akan membayar dengan pantas sebagai bentuk memuliakan dan penghormatan kepada guru sebagai pendidik.
Negara juga tidak akan menjadikan untung rugi sebagai landasan dalam setiap kebijakan, sebab seluruh jajaran penguasa mencakup Khalifah (pemimpin umat Islam), gubernur dan kepala daerah adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dan ahli menjalankan perannya sebagai pemimpin serta memiliki rasa takut kepada Allah Swt.
Dengan begitu, penerapan hukum Islam secara kaffah (menyeluruh) akan mampu mencegah dan menghentikan para pelajar dari potensi-potensi kejahatan yang dapat terjadi di lingkungan lembaga pendidikan atau masyarakat. Semua itu hanya dapat terwujud dalam sistem kepemimpinan Islam. Sebab khilafah, memandang generasi sebagai aset berharga yang harus dijaga dan merekalah yang akan meneruskan penerapan syariat Islam dengan totalitas hingga terlahir generasi turun menurun yang cerdas, beriman, dan bertakwa.
Wallahu a'lam bishshawab