| 173 Views
Tawuran Demi Konten dan Cuan, Ada Apa Ini?
Oleh : Mulyaningsih
Pemerhati Anak dan Keluarga
Publik kembali dihebohkan dengan ulah segelintir orang yang melakukan tawuran. Yang membuat sedih adalah mereka melakukannya demi konten dan cuan. Sebagaimana yang dikabarkan oleh salah satu laman media nasional bahwa terjadi aksi tawuran di Jalan Basuki Rahmat, Cipinang, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Ternyata motif tawuran sengaja dilakukan demi cuan alias uang. Aktivitas inipun disiarkan secara live di media sosial. (detik.com, 30/06/2024)
Hidup di alam kapitalis sekuler ini menjadikan seluruh aktivitas manusia hanya tertuju pada sebuah manfaat dan cuan. Apapun itu, akan dilakukan selama menghasilkan dan berguna bagi seseorang. Termasuk menjadikan tawuran sebagai konten untuk mengambil simpati masyarakat. Banyak pengikut, itu pula yang dibidik mereka. Termasuk pula 'populer' yang menjadi tujuan selanjutnya. Tak lain agar eksistensi diri dapat mereka tunjukkan kepada yang lain.
Wajar saja jika sikap dan perilaku masyarakat condong kepada populer dan meraup cuan. Semua itu hasil dari didikan kapitalis yang mengukur semuanya dari materi. Dan itu telah mengakar kuat pada diri-diri kaum muslim. Tanpa sadar mereka ternyata telah berpaling jauh dari agama yang dianut. Inilah bukti bahwa pemahaman sekuler telah merajai dalam kehidupan manusia. Sehingga agama tak jadi mereka jadikan patokan dalam kehidupan.
Aktivitas tawuran juga mengkonfirmasi kepada kita bahwa sistem ini tak mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan menjadikannya sebagai konten di media sosial mereka. Dan dari sanalah cuan akan terus mengalir. Sungguh sesuatu di luar nalar manusia. Berikut pula pada rasa kasih sayang yang telah memudar karena tidak adanya saling mengasihi serta amat makruf di masyarakat.
Tentu hal ini berbeda manakala Islam ada dalam kehidupan manusia. Akidah sebagai fondasi utama manusia akan menghasilkan sosok yang mempunyai keimanan membaja dan standar halal haram menjadi patokan pada setiap aktivitas dalam kehidupan di dunia. Dengan begitu, tidak akan pernah melakukan aktivitas yang melanggar dari syariat Islam. Yang ada adalah selalu menjalankan ketaatan kepada Allah Swt. dan menjalankan risalah Rasulullah saw. Itulah yang akan terwujud jika Islam yang menjadi patokan hidup mereka.
Termasuk budaya saling sayang menyayangi yang terlihat pada amat makruf nahi munkar. Dengan adanya aktivitas tersebut, maka tidak mungkin terjadi hal-hal yang melanggar syariat. Apalagi hal tersebut dilakukan demi meraup cuan yang banyak. Itu sangat jauh dari pikiran mereka. Yang ada dalam pikiran kaum muslim adalah menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya serta melakukan berbagai aktivitas untuk kemaslahatan umat.
Negara juga akan memberikan kesejahteraan yang kayak kepada seluruh masyarakat. Termasuk pada memberikan pekerjaan kepada seluruh para pencari nafkah. Dengan begitu tentu tidak ada lagi masyarakat yang melakukan hal-hal aneh seperti fakta tawuran tadi. Karena kas negara Islam begitu rapi diatur. Ada beberapa pos pemasukan negara yang nantinya akan dikelola sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tak lupa negara akan menerapkan sanksi tegas kepada siapa saja yang telah melanggar aturan Islam. Semua itu dilakukan agar terkondisikan dengan baik, sesuai dengan syariat Islam. Berikut juga agar rida Allah bisa kita raih bersama.
Wallahua'lam bishawab