| 512 Views

Rusaknya Bangunan Keluarga Akibat Penerapan Sekularisme Kapitalisme

Oleh : Ika Kartika Sari
Pegiat Literasi

Seorang anak seharusnya menyangi orangtuanya apalagi ibunya, namun berbeda halnya anak yang berinisal AR yang tega membunuh ibu kandungnya sendiri.

Ibu Haji Dibunuh Anak Kandung, kejadian geger dan membuat warga ngeri terjadi di Jl Sepakat RT 46 Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan  Balikpapan Barat. Jumat (23/8/2024) sekitar pukul 21.13 Wita, seorang ibu bernama Hj RK meninggal secara tragis dibunuh oleh anak kandungnya sendiri bernama AR.

Pelaku menebas leher ibunya menggunakan parang. Setelah melakukan perbuatan keji, tersangka AR  melarikan diri. Sontak warga sekitar geger. Dari kabar berantai lewat WAG, warga merasakan keresahan. Karena pelaku melarikan diri masih menenteng sebilah parang.

"Innalillahi pembunuhan di RT 46 Baru Tengah. Ibu haji  telah ditikam di leher oleh anak korban yang bernama AR, " ujar warga setempat yang tersebar di WAG dan medsos.

Korban meninggal langsung diidentifikasi oleh pihak kepolisian Polsek Balikpapan Barat. "Habis gorok mamanya, pelaku masih bleum didapat. Balikpapan.com

Sengguh sangat menyayat hati. Kejadian diatas merupakan kejahatan buah potret dari sekularime kapitalisme jadi tidak heran lagi kalau manusia berperilaku tidak menggunakan akal dan nalurinya, padahal seorang ibu harusnya dilindungi dan d sayangi.

Bentukan keluarga saat ini adalah hasil penerapan sistem sekulerime. Ide sekularisme telah menjadikan manusia tidak memahami agama dan aturannya.

Selain sekulerisme , penerapan sistem kapitalis berhasil menjadikan kesenangan duniawi sebagai tujuan tertinggi bagi manusia.kebahagiaan dan keberhasilan hanya disandarkan pada materi. Alhasil lahir anak yg memiliki pemahamam agama yg lemah, kontrol diri yang lemah. Mereka hanya mengedapankan emosi demi mendapatkan kepuasan pribadi.

Pendidikan di sistem sekulerisme juga tidak mengajarkan nya kita harus taat kepada Allah dan orangtua alhasil sangat sulit mencetak generasi berkepribadian islam.

Penerapan sistem hidup kapitalis gagal memanusiakan manusia. Fitrah dan akal tidak terpelihara, sehingga menjauhkan penciptaannya adalah sebagai hamba dan khalifah bagi seluruh alam semesta.

Sistem sekulerisme memandang islam sebagai agama ritual telah  menghilangkan cara berfikir apa yg di perbuat pasti ada pertanggung jawabanya di mata Allah kelak di hari akhirat. Mereka berperilaku sebebas bebasnya tanpa peduli halal haram. Mereka hanya berfikir kesenangan materi sebanyak banyaknya. Maka mereka berfikir jika orang tua kaya akan d sayang-sayang namun sebaliknya jika orang tua kekurangn maka mereka tidak hormat dan durhaka. 

Hal ini diakabatkan negara. Negara abai terhadap pembentukan kepribadian warganya agar menjadi warga yang taat dan taqwa. Selama penerapn sistem sekulerisme diadopsi oleh negara maka tidak heran lagi akan kian banyak kasus anak durhaka terhadap orang tua. 

Berbeda dngn penerapan sistem Islam Daulah Khilafah Islamiyah. Islam mendidik generasi yang memiliki kpribadian islam yang berbakti dan hormat pada orangtuanya dan nemiliki kemampuan mengendalikan emosi. Islam melarang keras durhaka pada orang tua.
Rasulullah pernah bersabda: "dosa besar yaitu menyekutukan Allah dan durhaka pada orang tua".
Allah juga memerintahkan kita taat dan hormat kepada orang tua tidak boleh mmbentak atau berkata uf di hadapan mereka.

Negara yaitu khalifah(pemimpin) akan mengurusi serius generasi muslim karena seorang pemimpin tugasnya adalah pengurus urusan rakyatnya dan dia akan di mintai pertanggung jawaban terhadap rakyatnya.(HR. AL Bukhori dan Muslim).

Islam memiliki mekanisme menjauhkan generasi dari kemaksiatan dan tindak kriminal melalui pendidikan islam generasi dididik berlandaskan aqidah islam, sehingga terbentuklah generasi berkepribadian islam secara masal yaitu generasi yang pola pikir dan sikapnya sesuai dengan islam. Aktifitasnya pun standarnya halal dan haram alhasil mereka tidak akan melakukan hal-hal yang melanggar syariat yaitu membunuh orang tua atau berbuat jahat. Pendidikan juga d tanamkan di keluarga agar faham hak dan kewajiban di keluarga sehingga terbentuk suasana kasih sayang dan ketaqwaan.

Masyarakat dalam khilafah adalah masyarakat yg benci terhadap kemaksiatan dan mencintai ketaatan sehingga terjadi kontrol melalui aktifitas saling menasihati.
Semoga tidak lama lagi akan ada pemimpin atau Khalifah yang menerapakan hukum-hukum Islam di muka bumi ini agar tidak ada kasus lagi pembunuhan dan kekerasan terhadap orang tua mau pun orang lain. Namun sebaliknya seharusnya kita saling menyangi dan menasehati dalam kebaikan.aamiin.


Share this article via

145 Shares

1 Comment

User

Adrian Adhari

1 year ago

Comment has been deleted.