| 12 Views

Refleksi Hardiknas: Dunia Pendidikan Makin Buram dan Memprihatinkan

Ilustrasi siswi SMP. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Oleh: Siti Julianti, S.Si
Aktivis Muslimah 

Setiap tahun Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) dirayakan, namun nyatanya dunia pendidikan makin buram dan Memprihatinkan. 
Mulai dari maraknya kekerasan dan pelecehan seksual yang makin banyak dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa, serta ruang aman di sekolah dan kampus makin tak terjamin. Selain itu Kasus kecurangan dalam ujian, maraknya joki UTBK, dan budaya plagiat terjadi merata di semua lembaga pendidikan. Ditambah lagi dengan banyaknya Pelaku dan pengedar narkoba di kalangan anak sekolah serta mahasiswa makin bertambah banyak. Prilaku pelajar menghina guru, atau memenjarakan guru karena memarahi atau menghukum siswa juga makin berani.

Sejumlah kasus-kasus yang terjadi diatas dengan sangat gamblang menunjukkan bahwa pendidikan hari ini sedang tidak baik-baik saja. Pendidikan hari ini telah gagal dalam menanamkan akhlak serta moral yang baik bagi setiap peserta didik dan generasi penerus bangsa.

Jika kita Kulik satu per satu masalah ini tiada lain timbul karena dari asas dasar sistem pendidikan yang rusak yang dibangun oleh kapitalisme sekuler, sehingga hasilnya tercipta anak-anak bangsa yang tidak mengerti mengenai pendidikan agama serta akhlak dalam kehidupan.

Peringatan hardiknas harusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk memperbaiki kembali kondisi buruk dunia pendidikan hari ini. Kegagalan implementasi arah/peta jalan pendidikan yang akhirnya menghasilkan pelajar yang krisis kepribadiannya, yaitu cenderung sekuler, liberal, dan pragmatis, sehingga jauh dari predikat kaum intelektual yang beradab dan bermoral. Sistem pendidikan sekuler kapitalistik menghasilkan output orang-orang yang ingin sukses instan tanpa mau berusaha secara serius, juga orang-orang yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang dalam jumlah besar. Disamping itu longgarnya sanksi negara bagi pelaku pelajar (mayoritas masih di bawah umur) sehingga menoleransi kriminalitas yang dilakukan sebagai kenakalan anak semata. Minimnya pendidikan nilai-nilai  agama yang benar dalam pendidikan sekuler, memperlebar ruang kebebasan yang akhirnya mengikis moral dan kepribadian, bahkan mudah terseret pada tindak kejahatan dan kemaksiatan.

Dalam Islam, pendidikan merupakan hal penting dan mendasar yang wajib dijamin pemenuhannya oleh negara. Asas akidah pada sistem pendidikan Islam menghasilkan insan kamil yang cerdas sekaligus bertakwa sehingga tidak melakukan kecurangan demi meraih kesuksesan. Pendidikan dalam sistem Islam fokus pada pembentukan karakter (syakhsiyah Islamiyah) dimana pelajar harus memiliki keselarasan antara pola pikir dan pola sikapnya. Selain itu, Islam menerapkan sistem sanksi yang tegas bagi para pelaku kejahatan termasuk pelajar, dan tidak mentolerir kejahatan yang merupakan pelanggaran terhadap hukum Syara'. Negara Islam akan membangun suasana hidup yang penuh ketakwaan dan mendorong setiap orang untuk berlomba dalam amal kebaika, sehingga akan terbentuk pribadi dengan akhlak yang mulia serta taat pada setiap hukum-hukum Islam. Sinergi pendidikan dalam keluarga, lingkungan dan sistem pendidikan Islam yang diterapkan oleh negara harus berpijak pada aqidah dan syariat Islam, sehingga semuanya akan berjalan dengan baik dan bersinergi dalam kehidupan.

Wallahu alam bishawab


Share this article via

31 Shares

0 Comment