| 418 Views
Pembantaian Kaum Muslim Terus Terjadi, Mengapa Dunia Membisu?
Oleh : Khusnawaroh
Pemerhati Masalah Umat
Manusia mana yang tidak menginginkan kedamaian. Semua pasti menginginkannya, kecuali manusia yang telah terbalut pemikirannya dengan pemikiran setan yang terkutuk seperti Israel yang terus melakukan kekejaman di Kota Gaza, Palestina. Beberapa warga Palestina tewas dan terluka ketika pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan di Kota Gaza Selatan.
Menurut saksi mata, ratusan warga Palestina sedang menunggu untuk mendapatkan bantuan dekat Dowar Al-Nablusi, di bagian Selatan Kota Gaza, ketika mereka ditembaki oleh Israel. Namun, Kementerian Kesehatan Palestina belum memberikan data resmi terkait jumlah korban jiwa akibat serangan tersebut. Israel terus melancarkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza sebagai balasan atas serbuan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, yang menurut Tel Aviv menewaskan hampir 1.200 orang.
Serangan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 30.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 70.000 lainnya. Rentetan serangan Israel itu disertai dengan kehancuran massal dan kekurangan berbagai kebutuhan pokok. Israel juga memberlakukan blokade yang melumpuhkan Jalur Gaza hingga menyebabkan penduduk wilayah itu kelaparan, khususnya di Gaza Utara (antaranews.com, 29/02/2024).
Hampir 150 hari serangan Zionis Yahudi ke tanah Palestina tidak kunjung dihentikan. Apa yang dilakukan oleh Israel makin kejam dan tak berperikemanusiaan. Hal ini seolah membuktikan genosida yang ditargetkan. Hari demi hari rakyat Palestina dipenuhi dengan kesedihan, kelaparan, kesakitan, duka yang sangat mendalam, ribuan nyawa manusia melayang, baik anak-anak, pemuda, dan dewasa. Begitu pun jeritan tangis dan teriakan memilukan permintaan pertolongan seakan tak menggetarkan sanubari pemimpin berbagai negeri muslim untuk menolong mereka.
Negeri-negeri muslim sekitar Palestina hanya terdiam. Alih-alih membantu, mereka justru mempersulit muslim Palestina, di antaranya dengan membangun tembok lebih tinggi dan berlapis-lapis, ikut memblokir jalur bantuan, dan lainnya. Tentu ini sangatlah menyakitkan dan mengecewakan, AS pun baru memberikan bantuan makanan untuk pertama kalinya melalui udara, ini terasa aneh seakan pemberian bantuan tersebut hanyalah tipu daya untuk mengelabui semua orang. Betapa tidak, AS lah yang selama ini memberikan bantuan senjata dan pasukan militer untuk Israel.
Pun berbagai lembaga PBB hanya mengecam perilaku Zionis Yahudi. Sesungguhnya hal ini hanya sebatas kecaman saja yang mustahil akan mampu meredam genosida yang terjadi. PBB yang didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945 presiden Amerika Serikat saat itu Franklin D. Roosevelt menjadi orang pertama yang mencetuskan nama "Perserikatan Bangsa-Bangsa" atau PBB.
Jadi jelas lembaga ini dipelopori salah satunya oleh negara Amerika Serikat yang merupakan negara adidaya. Nah, bisa kita pahami siapa PBB dan siapa Amerika Serikat. Mana mungkin PBB mampu berkutik untuk memberikan solusi untuk perdamaian Palestina, kalau Amerika Serikat lah yang menjadi awal mulai pelopor terbentuknya PBB yang justru memberikan bantuan senjata dan militer untuk Yahudi Israel. Seakan memang Israel telah mendapat mandat atau angin segar agar selalu kuat untuk membombardir rakyat Palestina.
Harus kita sadari bahwa dalang dari penderitaan kaum muslim adalah ideologi kapitalisme. Ideologi ini akan membuat musuh-musuh Islam berdiri kokoh yang akan selalu menjajah dan menguasai berbagai negeri, khususnya negeri-negeri muslim. Ideologi ini juga telah sukses menjadikan umat muslim tercerai-berai menjadi beberapa negara atau nation state. Kondisi ini yang membuat umat muslim menjadi lemah tak berdaya dan tidak ada kekuatan karena tidak adanya persatuan sehingga hanya mampu diam dan membisu tak mampu menolong saudaranya yang mengalami penderitaan.
Sudah saatnya umat muslim bersatu agar tak menjadi umat lemah. Sebab, tidak ada jalan lain untuk kemerdekaan Palestina kecuali dengan mencampakkan ideologi kapitalis dan berjuang untuk kebangkitan Islam dibawah naungan Khilafah. Kaum muslim harus sadar bahwa mereka tidak boleh berharap pada PBB atau jalan diplomasi untuk menyelesaikan persoalan Palestina, karena semua itu hanyalah sebuah fatamorgana.
Masalah Palestina adalah masalah kita bersama, apalagi dikatakan bahwa kaum muslim itu bagaikan satu tubuh. Kata-kata yang indah penuh makna yang menunjukkan bahwa kaum Muslim itu saling menyayangi, mencintai dan saling menolong. Terlebih tanah Palestina adalah milik kaum muslim sehingga tidak boleh dikuasai oleh pihak lain, apalagi kepada penjajah. Selayaknya kaum muslim harus mengambil sikap tegas yakni jihad fisabilillah dengan memerangi penjajah Zionis Yahudi sebagaimana firman Allah SWT. “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum mukmin.” (QS At-Taubah : 14).
Seruan jihad fisabilillah hanya akan mampu terwujud oleh seorang khalifah yakni pemimpin dalam Islam dalam naungan khilafah yang menerapkan Al-Qur'an dan Sunnah secara kaffah. Dengan Khilafah, sekat bangsa akan tercerai, persatuan kaum muslim akan mewujud, Akidah Islam menjadi fondasi kekuatan Islam. Sehingga Khilafah memang adalah kebutuhan yang mendesak dan suatu kewajiban untuk diterapkan. Sebagaimana Nabi SAW. bersabda : “Dahulu, Bani Israil dipimpin dan diurus oleh para nabi. Jika para nabi itu telah wafat, mereka digantikan oleh nabi yang baru. Sungguh, setelah aku tidak ada lagi seorang nabi, tetapi akan ada para khalifah yang banyak.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika bukan pada Khilafah? pada siapa lagi kita berharap untuk perdamaian Palestina dan umat secara keseluruhan. Khilafah mampu menjaga, mengayomi, melindungi dan membela Palestina secara nyata dari kebengisan penjajah barat. Umat wajib berjuang untuk mewujudkannya. Wallahu A'alam bissawab.