| 101 Views

Kerusakan Moral Penerus Bangsa Buah dari Kapitalisme

Oleh: Sofi Riska Rosyida

Hampir setiap detik di televisi maupun media sosial begitu banyak kriminalitas yang terjadi. Dari berbagai kalangan mulai dari anak kecil hingga dewasa, pria ataupun wanita, pelajar hingga pejabat pun tak luput dari kejahatan.

Salah satu berita yang menjadi perhatian masyarakat ialah kejadian pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas Selatan (Muratara) Sumatera Selatan seoran anak SD JN(9) menusuk anak MTs kelas 2 yakni RI(13) hingga tewas ditusuk gunting di bagian lehernya.

Pihak yang berwajib masih mendalami penyebab yang terjadi dari kejadian ini, salah satu Psikolog di RSUD Siti Fatimah Sumatera Selatan, Syakroni menurut pendapatnya, kecurigaan gunting yang terus dibawa setiap hari tanpa ada keperluan sekolah bisa saja dipakai sebagai alat untuk menghindari atau melindungi diri agar terhindar dari tindakan yang mengancam dirinya atau bahkan dipakai untuk mengancam orang lain. Hal ini bisa terjadi karena pola asuh yang salah. Begitulah pemaparanya pada awak media detik.com (sabtu 9-8-25)

Beginilah kondisi saat ini yang terus menjadi salah satu kejadian kriminalitas yang terjadi dalam sistem kapitalisme. Moral generasi yang rusak menjadi tersangka dalam berbagai kejahatan mulai dari terjerat narkoba, tawuran, pembegalan dan yang lainya. Generasi saat ini juga lemah dalam mengendalikan dirinya dalam menghadapi permasalahan termasuk kecemasan dan ketakutan.

Inilah sistem pendidikan sekuler-kapitalis yang gagal membentuk generasi yang berpendidikan Islam hasilnya generasi tidak tahu jati dirinya sebagai muslim sehingga tidak bisa berpikir dan bertindak sesuai dengan aturan Islam.

Tidak adanya lingkungan yang suportif baik di keluarga, sekolah, maupun dilingkungan sekitar. Media yang memberikan kemudahan dan kebebasan dalam memuat pemikiran yang merusak generasi.

Persoalan generasi saat ini membutuhkan sistem yang mampu memberikan solusi komprehensif. Yaitu sistem Islam dibawah naungan khilafah. Islam menjadikan negara sebagai penanggung jawab segala urusan umat, termasuk membentuk kepribadian mulia bagi generasi dan individu. Disini masyarakat akan memahami Islam dan menerapkan pada lingkungan yang Islami penuh dengan ketaatan. Negara pun akan mengontrol akan media sebagai sarana dakwah.

Wallahu A'lam bishawab.


Share this article via

30 Shares

0 Comment