| 320 Views
Indonesia Gelap, Tanda Darurat Butuh Cahaya Islam
Oleh : Ummu Alvin
Aktivis Muslimah
Viralnya #Indonesia Gelap di media sosial pada 17 Februari 2025, menjadi trending dengan ribuan unggahan yang membahas aksi yang digelar mahasiswa yang melakukan protes terhadap kebijakan pemerintahan yang baru terpilih. Hal ini sebagai bentuk keresahan yang dialami masyarakat atas berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Aksi demo yang digelar aliansi dan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), mengajukan lima tuntutan kepada pemerintah, diantaranya terkait efisiensi anggaran yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, mencabut pasal dalam RUU Minerba terkait pengelolaan tambang oleh perguruan tinggi, evaluasi terhadap program MBG, mendesak pemerintah untuk mencairkan tunjangan dosen dan tenaga kependidikan serta berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Aksi seperti ini bukan pertama kali dilakukan mahasiswa, sebelumnya juga sudah ada peringatan darurat yang mewarnai jagat Maya tepatnya dengan logo Garuda dengan latar biru, dan sekarang kembali mengudara dengan latar hitam, tentunya perubahan dari warna cerah kepada warna suram ini menunjukkan tanda yang tidak baik-baik saja sedang terjadi kepada negara Indonesia, kekhawatiran publik terhadap keadaan negara yang tidak baik-baik saja akhirnya membuncah, dan terjadilah kembali aksi ini.
Menurut hasil analisis dari lembaga pemantau media sosial, gambar Garuda hitam ini terlacak sejak 3 Februari 2025, tepatnya 2 hari setelah pemberlakuan pembatasan distribusi LPG 3 kg ke pengecer. Menurut Direktur Eksekutif the Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Adinda TenriAngke Muchtar, aksi Indonesia gelap ini disebarkan dalam bentuk unggahan oleh orang-orang yang punya kepedulian terhadap isu kebijakan yang tengah terjadi, jadi bukan untuk sebatas trending saja.
Namun sayangnya tuntutan yang ditawarkan mahasiswa sejatinya tidak akan menyelesaikan permasalahan hingga ke akarnya, bahkan ada pula yang menawarkan untuk kembali pada demokrasi kerakyatan, padahal yang menjadi sumber akar permasalahan yang menjadikan masa depan Indonesia menjadi gelap adalah karena penerapan sistem demokrasi. Sistem ini memberikan kedaulatan di tangan rakyat, rakyat yang berkuasa yang memiliki kedudukan diberikan hak untuk membuat hukum dan kebijakan, dan ini adalah suatu kedzaliman karena sudah bertentangan dengan syariat Islam.
Sudah saatnya mahasiswa menjalankan perannya sebagai agen perubahan yang menjadi tonggak peradaban, yang akan mengembalikan kejayaan Islam, dengan menyerukan perubahan kearah yang lebih baik, tentunya juga bukan solusi yang parsial, mahasiswa harus melek politik dan kritis terhadap semua kebijakan penguasa tapi apabila ada kritikan tentunya juga harus ada solusi yang ditawarkan oleh mahasiswa, dan solusi yang ditawarkan juga harus solusi yang sahih dan solusi itu hanyalah solusi yang berasal dari sang Pencipta yakni penerapan syariat Islam secara kaffah.
Dengan diterapkannya Islam secara kaffah,maka masa depan umat negara akan menjadi gemilang,bukannya gelap atau hitam, mahasiswa juga bisa tetap mengoreksi penguasa dengan spirit amar makruf nahi mungkar, untuk itu mahasiswa juga harus bergabung bersama dakwah ideologis agar dapat mengawal perubahan sesuai contoh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Wallahu a'lam bish showwab.