| 200 Views

Indonesia Gelap, Solusi Kebangkitan Hanya Dengan Cahaya Islam

Oleh : Siti Rodiah

Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan mahasiswa dari sejumlah universitas memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta, untuk menggelar demonstrasi lanjutan dalam aksi yang bertajuk "Indonesia Gelap" pada Kamis (20/2). Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, mulanya puluhan mahasiswa telah tiba terlebih dahulu sekitar pukul 14.53 WIB. Mereka kemudian melakukan orasi untuk menyampaikan aspirasi.

Kemudian, sekitar pukul 16.17 WIB ribuan mahasiswa dari ragam universitas tiba untuk bergabung dengan sejumlah mahasiswa yang telah tiba terlebih dahulu. Mereka tiba dengan dipimpin oleh satu mobil komando sambil berjalan beriringan dengan membentuk barikade manusia.

Beberapa almamater yang terlihat yakni; Universitas Nasional, Politeknik Negeri Jakarta, Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri, hingga Universitas Bung Karno. Ketika tiba, mereka langsung bergiliran melakukan orasi untuk menyampaikan pendapat dan kritik mereka. Salah satunya, kritik terkait efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.

Aksi demo Indonesia Gelap yang dimotori oleh kalangan mahasiswa di berbagai daerah sejatinya merupakan bentuk kekecewaan terhadap kinerja pemerintah yang selama ini semakin memburuk. Pemerintahan baru seharusnya membawa dampak perubahan yang lebih baik bagi kehidupan rakyat, namun faktanya kebijakan dari pemerintahan yang baru sepertinya sama saja dengan pemerintahan sebelumnya atau mungkin akan lebih parah.

Jadi wajar saja para mahasiswa yang merupakan tonggak peradaban dalam semangat melawan kezaliman melakukan aksi demo untuk memprotes kebijakan penguasa. Para mahasiswa dalam aksi tersebut menyuarakan beberapa bentuk tuntutan kepada pemerintah agar dapat didengarkan dan segera direalisasikan untuk kedepannya.

Kurang lebih ada 13 tuntutan yang disuarakan oleh para mahasiswa yang melakukan aksi demo ;

1. Ciptakan pendidikan gratis ilmiah dan demokratis serta batalkan pemangkasan anggaran pendidikan.

2. Cabut proyek strategis nasional bermasalah, wujudkan reforma agraria sejati. Menurut mereka Proyek Strategis Nasional (PSN) kerap menjadi alat perampasan tanah rakyat. Kami menuntut pencabutan PSN yang tidak berpihak pada rakyat dan mendorong pelaksanaan reforma agraria sejati.

3. Tolak revisi Undang-Undang Minerba, revisi Undang-Undang Minerba hanya menjadi alat pembungkaman bagi rezim untuk kampus-kampus dan lingkungan akademik ketika bersuara secara kritis.

4. Hapuskan multifungsi ABRI. Sebab, keterlibatan militer dalam sektor sipil berpotensi menciptakan represi dan menghambat kehidupan yang demokratis.

5. Sahkan rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat. Masyarakat adat membutuhkan perlindungan hukum yang jelas atas tanah dan kebudayaan mereka.

6. Cabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, yang dinilai sebagai ancaman terhadap bagian-bagian yang justru menjadi kepentingan rakyat seperti pendidikan dan kesehatan.

7. Evaluasi penuh program makan bergizi gratis. Menurut mereka, program makan gratis harus dievaluasi agar tepat sasaran, terlaksana dengan baik, dan tidak menjadi alat politik semata.

8. Realisasikan anggaran tunjangan kinerja dosen. Kesejahteraan akademisi harus diperhatikan demi peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan melindungi hak-hak buruh kampus.

9. Desak Prabowo Subianto untuk mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Perampasan Aset. Sebab, korupsi adalah hal yang mendesak dan hal ini harus segera diatasi melalui perppu untuk memberantas kejahatan ekonomi dan korupsi.

10. Tolak revisi Undang-Undang TNI, Polri, dan Kejaksaan. Mereka menilai revisi ini berpotensi menguatkan imunitas para aparat juga militer dan melemahkan penguasaan terhadap aparat.

11. Efisiensi dan rombak Kabinet Merah Putih. Borosnya para pejabat yang tidak bertanggung jawab harus diatasi dengan rombak para pejabat yang bermasalah.

12. Tolak revisi Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat tentang tata tertib yang mana revisi saat sangat bermasalah dan bisa menimbulkan kesewenang-wenangan dari lembaga DPR.

13. Reformasi Kepolisian Republik Indonesia. Kepolisian harus direformasi secara menyeluruh untuk menghilangkan budaya represif dan meningkatkan profesionalisme. Aksi ini merupakan panggilan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal jalannya pemerintahan demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat di Indonesia.

Sayangnya tuntutan yang ditawarkan sejatinya tidak menyelesaikan masalah hingga ke akarnya bahkan ada yang menawarkan untuk kembali pada demokrasi kerakyatan. Memang nya selama ini negara kita menerapkan sistem demokrasi apa? Bukankah demokrasi merupakan pemerintahan yang berdasarkan asas kerakyatan? Atau sudah berubah dari negara demokrasi yang menuju otoriter? Sungguh sangat menggelikan.

Padahal penerapan sistem demokrasi itu sendiri yang menjadi akar permasalahannya, yang menjadi sumber masalah di negara kita. Slogan demokrasi berupa pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat hanya omong kosong belaka. Hanya rakyat golongan tertentu yang di istimewa kan oleh sistem demokrasi, yang pastinya bukan rakyat jelata yang miskin nan sengsara seperti kita. Demokrasi hanya menjadi alat bagi segelintir elit untuk mencapai tangga kekuasaan dengan mengatasnamakan kepentingan rakyat.

Sehingga bisa dipastikan nasib rakyat Indonesia di masa mendatang akan tetap menjadi "Indonesia Gelap" tanpa cahaya yang permanen yang senantiasa menyinari jikalau sistem demokrasi masih tetap dipertahankan. Mahasiswa sudah seharusnya melek politik dan kritis namun juga harus bisa memberikan solusi yang benar. Mereka harus belajar politik Islam dan menerapkan nya bukan terus menerus membela mati-matian sistem politik demokrasi yang jelas telah menyengsarakan rakyat.

Mahasiswa juga seharusnya menjadi agen perubahan untuk mengemban risalah Islam dengan mengoreksi penguasa atas spirit amar makruf nahi mungkar dan menyuarakan solusi Islam karena hanya dengan penerapan sistem Islam meniscayakan masa depan masyarakat gemilang bukan gelap atau suram.

Untuk itu, pemuda seharusnya bergabung bersama kelompok dakwah ideologis bukan pengusung dan pembela partai sekuler yang anti dengan penerapan syari'at Islam. Sehingga dengan bergabung nya para pemuda tersebut dalam kelompok dakwah ideologis dapat mengawal perubahan sesuai yang Rasulullah contoh kan. Contohnya seperti pada fase dakwah di Mekkah Rasulullah membina para sahabat yang kebanyakan masih berusia muda seperti Mush'ab bin Umair, Ali bin Abi Thalib, Arqam bin Abil Arqam, Zubair bin Awwam, Zaid bin Haritsah, Sa'ad bin Abi Waqqash dan lain sebagainya menjadi pemuda tangguh yang memperjuangkan Islam sampai titik darah penghabisan. In syaa Allah dengan demikian nasib Indonesia kedepannya dari Indonesia Gelap akan menjadi Indonesia Terang dengan cahaya Islam.

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ۝١٠٤

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran : 104)

Wallahu a'lam bisshowwab


Share this article via

104 Shares

0 Comment