| 41 Views
Gaza Sedang Di Bungkam dan Di Kepung Zionis, Butuh Jihad dan Tentara Islam Segera
Oleh : Kiki Puspita
Sungguh ironis dan semakin memburuk situasi di Gaza saat ini. Setelah sinyal internet dan jaringan telekomunikasi terputus total pada Kamis (18/9/2025).
Pemadaman akses internet bukan hanya sekedar masalah teknis saja, melainkan konsekuensi langsung dari strategi militer Israel yang menargetkan infrastruktur penting, termasuk jalur komunikasi utama. Terlebih pemadaman terjadi bertepatan dengan masuknya tank-tank Israel ke jantung Kota Gaza, yang memperkuat dugaan bahwa serangan ke jaringan telekomunikasi dilakukan bersamaan dengan manuver darat. (Al Jazeera,18-9-2025).
''Pemutusan layanan internet dan telepon adalah pertanda buruk bagi warga Gaza'' kata Ismail, salah satu warga yang hanya mengandalkan e-SIM untuk terhubung, meski harus naik ke tempat lebih tinggi demi menangkap sinyal. (Di kutip dari trinbumnews.com).
Monitor Hak Asasi Manusia Euro-Mediteriania telah melacak lebih dari selisih pemutusan komunikasi total sejak Oktober 2023. Lembaga itu menggambarkannya sebagai upaya sistematis untuk ''mematikan lampu'' di Gaza dan menutupi pelanggaran di sana.
Dengan propaganda zionis Israel membuka jalur Salah al-DIN selama 48 jam untuk memberi kesempatan warga meninggalkan Gaza yang mereka umumkan setelah serangan darat besar-besaran pada Selasa (16-9-2025). Tank dan kendaraan lapisan baja pun dikirim masuk ke wilayah tersebut.
Namun kenyataannya, kondisi di jalur evakuasi maupun lokasi tujuan tidak memberikan jaminan keselamatan ataupun kehidupan layak bagi warga Gaza. Mereka tetap menderita, kekurangan pangan, air bersih, obat-obatan, serta serangan dari zionis. Dalam kondisi ini bisa dikatakan bahwa pembukaan jalur evakuasi Salah al-Din adalah upaya pengokosongan wilayah Gaza.
Sekalipun negara-negara di dunia mengecam dan mengembargo, Israel tetap bergeming. Belgia menerapkan larangan impor dari Israel. Spanyol mengubah embargo senjata de facto yang berlaku saat ini menjadi undang-undang, dan melarang kapal serta pesawat yang membawa senjata ke Israel untuk berlabuh di pelabuhan Spayol atau memasuki wilayah udaranya. Norwegia juga melakukan divestasi dari perusahan-perusahan yang tedaftar di Israel. Di Hollywood, surat penyeruhan boikot terhadap Perusahaan, festival dan penyiaran Israel, telah ditanda tangani oleh lebih dari 4.000 orang dalam sepekan. Namun gelombang Boikot internasional terhadap Israel, sampai saat ini tidak mengubah keadaan di Gaza. Hal ini karena Israel telah menetapkan tujuan protokol zionis yaitu membangun negara Israel Raya dengan menjadikan Palestina sebagai pusat kekuasaanya.
Dalam pewujudan ini Israel yang didukung penuh Amerika Serikat menjadikan kejahatan perang Israel makin menggila, dan tak berhenti hanya dengan kecaman.
Jelas sudah, tidak ada lagi alasan untuk tidak membantu Gaza dengan pengiriman militer.
Sebagai mana Allah Swt. berfirman, “Siapa saja yang menyerang kalian, seranglah ia secara seimbang dengan serangannya terhadap kalian.” (QS Al-Baqarah [2]: 194).
Allah Swt. juga memerintahkan untuk mengusir siapa pun yang telah mengusir kaum muslim, “Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.” (QS Al-Baqarah [2]: 191).
Kadi Syekh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahulLâh, dalam Kitab Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah Jilid II, menyatakan bahwa jihad adalah fardu ain saat kaum muslim diserang oleh musuh. Dalam konteks Palestina, fardu ain ini bukan hanya berlaku untuk muslim di sana, tetapi juga berlaku untuk kaum muslim di sekitar wilayah Palestina saat agresi musuh tidak bisa dihadang oleh warga setempat.
Wahai kaum muslim, Persoalan Gaza sebagaimana derita muslim Myanmar, muslim Uyghur, dll, tidak akan Anda temukan solusinya secara tuntas tanpa kehadiran Khilafah Islam. Inilah satu-satunya institusi pemerintahan yang dituntut oleh syariat Islam, yang bisa menyelesaikan persoalan Gaza. Khilafahlah yang akan melindungi Palestina dan mengusir entitas Yahudi dari seluruh tanah Palestina. Oleh karena itu, mari kita tegakkan kembali Khilafah Islam. Khilafahlah yang akan mengurus umat dengan syariat Islam. Khilafah pula yang akan membebaskan tanah Palestina dengan jihad fi sabilillah.
WalLaahu a’lam bi ash-shawaab.