| 8 Views
Potret Buram Pendidikan dalam Sistem Kapitalisme
Oleh: Kartika Septiani
Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei menjadi peringatan yang hanya bersifat seremonial saja, sementara kenyataan di dunia pendidikan sangat memprihatinkan.
Daruratnya tindakan kekerasan, pelecehan, dan kecurangan dalam dunia pendidikan yang dilakukan oleh para pelajar, mahasiswa, dan tenaga pendidikan menjadi potret buramnya dunia pendidikan saat ini. Lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman, menjadi tempat pembentukan kepribadian yang berkualitas, tinggi adab, luas wawasan, dan ilmu.
Seperti dalam salah satu kasus berikut ini, di mana hanya dalam waktu tiga bulan terakhir, terjadi 233 kasus kekerasan di dalam lembaga pendidikan dari hasil pemantauan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia. Kasus terbaru adalah dugaan pelecehan seksual oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) di dalam grup pesan yang dilakukan oleh 16 mahasiswa tersebut. (kompas.id, 14/04/2026)
Sistem Kufur Melahirkan Generasi Kufur
Sudah sejatinya Hardiknas bukan hanya sekadar peringatan semata, akan tetapi alarm keras untuk mewujudkan perubahan pada kondisi dunia pendidikan saat ini. Hal ini menjadi bahan evaluasi agar kondisi dunia pendidikan menjadi lebih baik. Namun, evaluasi yang dilakukan bukan hanya dalam skala kecil, seperti individual ataupun kelompok, tetapi secara struktural dengan melibatkan institusi yang lebih besar, seperti peran negara untuk melakukan perbaikan besar-besaran melalui perubahan sistem menyeluruh.
Sistem yang diterapkan saat ini adalah sistem kapitalisme, di mana dunia pendidikan pun ikut berada di dalam sistem ini. Sistem kapitalisme memisahkan aturan agama dari kehidupan. Sistem ini melahirkan generasi yang krisis moral dan minim wawasan keilmuan. Generasi yang lahir mengagungkan materi, kebebasan, dan kesenangan duniawi.
Pendidikan Islam sebagai Solusi
Di dalam Islam, pendidikan adalah hal utama. Pendidikan Islam menjadi tonggak pembentuk karakter yang berkepribadian Islam, berwawasan luas, dan berkeilmuan tinggi. Pendidikan Islam berlandaskan pada ideologi tauhid yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga dalam praktiknya berdasarkan kepada keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Generasi yang lahir adalah generasi yang menjunjung adab dan moral, berprestasi, serta saleh dan salehah.
Oleh karena itu, pendidikan Islam menjadi solusi untuk buramnya dunia pendidikan hari ini. Pendidikan Islam hanya bisa diterapkan ketika negara menerapkan aturan Islam sebagai ideologi negara.
Wallahu a’lam bishshawab.