| 60 Views

Barcelona Menang 3-0, Tapi Tetap Tersingkir: Bernal Cetak Brace, Penalti Raphinha Tak Cukup Singkirkan Atlético di Copa del Rey

CendekiaPos - BARCELONA — Spotify Camp Nou mendidih sejak kick-off. Barcelona tahu mereka sedang mengejar sesuatu yang nyaris mustahil: membalikkan ketertinggalan 0-4 dari leg pertama. Targetnya jelas—minimal empat gol untuk memaksa extra time. Mereka memang menang 3-0, tetapi tetap kalah agregat 3-4. Atlético Madrid pun melaju ke final Copa del Rey untuk pertama kalinya sejak 2013.

Pencetak gol Barcelona dan menitnya

Barcelona mencetak tiga gol lewat dua nama:

  • Marc Bernalmenit 30 dan menit 72

  • Raphinha (penalti) — injury time babak pertama

Jalannya pertandingan: dari harapan, jadi “tinggal satu gol”

Sejak awal, Barcelona langsung menekan dan “mengurung” Atlético di area sendiri. Dominasi itu baru pecah menjadi gol pada menit ke-30, ketika Lamine Yamal memulai momen kebangkitan: ia melewati dua pemain dari situasi short corner, lalu mengirim umpan tarik mendatar yang disambar Marc Bernal dari jarak dekat. 1-0, Camp Nou menyala.

Atlético sempat mendapat peluang untuk meredam tekanan. Namun, Ademola Lookman gagal memanfaatkannya—sundulannya melenceng tipis dari umpan Marcos Llorente. Dan seperti sering terjadi dalam laga dua leg, satu peluang yang terbuang bisa berubah jadi bencana di sisi lain.

Tak lama setelah peluang itu, Barcelona mendapat hadiah yang mereka butuhkan: penalti. Bek Atlético Marc Pubillmenjatuhkan Pedri di kotak terlarang pada injury time babak pertama. Raphinha maju sebagai eksekutor—menembak ke kiri saat kiper Juan Musso terlanjur bergerak ke arah berlawanan. 2-0 saat turun minum, dan tiba-tiba kata “remontada” kembali punya napas.

Babak kedua: Musso jadi tembok, Bernal bikin Camp Nou berharap lagi

Babak kedua berubah menjadi satu arah. Atlético bertahan, Barcelona menyerang—bergiliran mencoba memecah kebuntuan gol keempat. Di fase ini, Musso jadi alasan utama kenapa Atlético tetap hidup. Ia menggagalkan peluang Pedri pada menit 54, lalu mementahkan tembakan Bernal dari tepi kotak penalti, dan dua kali menahan upaya Yamal.

Namun Camp Nou akhirnya kembali meledak pada menit ke-72. Bernal—gelandang 18 tahun yang turun menggantikan Frenkie de Jong yang cedera—mencetak gol keduanya lewat vole dari umpan silang João Cancelo. 3-0. Barcelona tinggal satu gol lagi untuk memaksa extra time.

Sayangnya, sisa waktu berubah menjadi pengepungan tanpa hadiah. Atlético bertahan habis-habisan sampai peluit akhir, memastikan agregat 4-3 tetap milik mereka.

Kapten Barcelona Raphinha mengakui rasa bangga pada performa tim—namun realitasnya tetap satu: menang malam itu belum cukup. Sementara Musso menegaskan Atlético lolos karena “mencetak lebih banyak gol secara keseluruhan”, merujuk pada keunggulan besar di leg pertama.

Barcelona memberi malam yang dramatis—menang 3-0, mengejar sampai detik terakhir, dan membuat Camp Nou kembali percaya. Tapi di sepak bola dua leg, pertandingan tidak dimulai dari 0-0; ia dimulai dari luka leg pertama. Dan ketika satu gol terakhir tak kunjung datang, yang tersisa adalah kalimat paling pahit dalam sepak bola: “nyaris.”


Share this article via

4 Shares

0 Comment