| 280 Views

Kemerdekaan Tidak Pernah Dirasakan Oleh Palestina Mereka Membutuhkan Khilafah Sebagai Solusi Tuntas

Oleh : Ummu Danis Alhadi Yusufa
Dakwah Idiologis

Kemerdekaan hari ini tidak pernah dirasakan oleh saudarah kita dipaleatina birita bersumber dari Jakarta, CNN Indonesia. Israel membunuh lima orang jurnalisAl Jazeerapada Minggu (10/8), di tenda mereka di Jalur Gaza . Sementara itu Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mengusir semua gelandangan dari ibu kota Washington DC sesegera mungkin demi mengurangi tindak kejahatan.

Salah satu jurnalis Anas Al sharif seorang reporter Al Jazeera telah syahid pada hari Ahad 10 Agustus 2025 akibat bom zionis yang telah menyasar tendanya. Tak hanya sharif yang syahid ada juga 4 rekannya yang juga ikut syahid mereka adalah Mohammad Qreiqeh, Mohammad Noval dan Moamen aliwa.  selang sehari Syarif syahid seorang reporter Mohammad Al Khaldi pada hari Senin 11 Agustus 2025 syahid akibat serangan bombardir dari zionis Israel.

Bisa kita lihat banyaknya pihak, mulai dari  PBB, lembaga internasional dan nasional, aliansi, hingga  tokoh internasional dan nasional, media mengutuk hal tsb. Kekejaman Zionis makin brutal korban perempuan dan anak semakin banyak, kelaparan makin memprihatinkan.  

Pembunuhan jurnalis hakikatnya untuk membungkam media agar tidak menyiarkan kejahatan genosida di Gaza. Pembunuhan jurnalis tak hanya menghilangkan nyawa seorang manusia tapi juga membunuh nyawa perjuangan rakyat Gaza hingga kejahatan yang mereka lakukan sunyi senyap.

Bisa kita ketahui bersama  bahwasannya , gencarnya pemberitaan soal kekejaman Zionis di Palestina oleh para jurnalis perang independen ini telah menjadi problem tersendiri bagi Zionis yang sudah habis-habisan berusaha membangun narasi positif tentang diri mereka.

Semua kegagalan ini, imbuhnya, akibat aksi para jurnalis perang. “Atas jasa merekalah dunia terbuka matanya soal apa yang sebenarnya terjadi di Palestina sehingga berbagai kutukan dan kecaman datang dari mana-mana. Bukan hanya dari masyarakat dunia Islam, tetapi masyarakat dunia internasional, termasuk rakyat di negara-negara Barat yang selama ini menjadi sekutu dan selalu membela mereka.

Oleh karenanya, ia menilai, apa yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa keputusasaan Zionis Israel sudah pada puncaknya. Betapa tidak, pihak tentara pendudukan telah mengerahkan segala sumber daya untuk memenangkan perang di Gaza. Mereka pun harus menutup mata atas opini buruk dunia tentang mereka, ketika perang “pembelaan diri” nyatanya telah menghilangkan nyawa masyarakat sipil hingga lebih dari ribuan jiwa. Itulah sebabnya, Zionis nekat membungkam para jurnalis yang menyuarakan kebenaran dari Palestina

Ironisnya, ia menyatakan, belum ada tindakan nyata dari negara-negara besar untuk menghentikan kegilaan Zionis ini. Bahkan, muslim Palestina tidak bisa lagi berharap pada para penguasa negara-negara Arab maupun organisasi-organisasi internasional. Terlebih faktanya merekalah yang bertanggung jawab atas pendudukan Zionis di Palestina.

Pembunuhan jurnalis tak akan memadamkan perjuangan rakyat Gaza. Mereka memahami kemuliaan yang Allah berikan atas tanah yang diberkahi dan juga kemuliaan menjaga tanah.

Oleh karena itu kaum muslim  membutuhkan peran yang nyata kaum muslim untuk ikut terlibat dalam perjuangan mewujudkan sebuah kekuatan besar yang lahir dari kesadaran ideologis umat Islam. Kekuatan itu adalah institusi politik yang bisa melawan penjajahan yang bersifat nyata tersebut, dan menghimpun kekuatan umat Islam di bawah satu bendera kepemimpinan islam.

Yaitu Institusi politik tidak lain adalah Khilafah rasyidah ala minhajin nubuwwah yang kedatangannya sudah Allah janjikan. Khilafah inilah yang akan memimpin jihad semesta untuk membebaskan Bumi Syam, termasuk Palestina. Khilafah pula yang akan menghimpun semua kekuatan umat Islam dunia atas dasar ikatan Islam hingga mereka mampu mengimbangi semua kekuatan kekufuran, bahkan memenangkan pertarungan.

Wallahu'alam bishawab


Share this article via

41 Shares

0 Comment