| 100 Views

Gaza Tak Butuh Solusi Dua Negara

Oleh : Ermawati
Pegiat Literasi

Gaza tak butuh solusi dua negara yang Gaza butuhkan kemerdekaan dan keadilan apa masih kurang korban yang berjatuhan apa tak ada lagi hukum yang dapat mengadili kekejaman zionis Israel.

Presiden RI Prabowo Subianto sudah tiga kali secara eksplisit membahas solusi dua negara (two-state solution) terkait konflik Israel vs Palestina. Ia menegaskan, posisi diplomatik Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina sebagai syarat utama perdamaian, sambil menawarkan pengakuan terhadap Israel jika Palestina diakui secara berdaulat.

Solusi dua negara sudah digaungkan Prabowo sejak masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI (Menhan) periode 2019-2014 hingga sekarang ia duduk sebagai Presiden RI (Tribunnwes.com 23/9/25)

Pertemuan PBB di New York As seharusnya menjadi langkah besar bagi negara kita untuk menunjukan pada dunia kita adalah negara yang mandiri dan berdaulat, serta mayoritas muslim terbesar di dunia seharusnya negara kita lantang dan berani bicara dalam membela Palestina selain itu hubungan kita lebih erat karena sesama muslim, namun faktanya sungguh sangat disayangkan justru kata-kata yang diucapkan hanyalah kamuflase untuk mengelabui publik.

Dengan mengatakan solusi untuk dua negara yang seolah akan membawa perubahan yang baru dan lebih baik justru hanya jebakan zionis dibawah nama PBB, solusi dua negara yang ditawarkan tidak akan menyelesaikan konflik dan peperangan serta genosida yang selama ini terjadi di Palestina, kesempatan yang diberikan untuk dapat membela Palestina didepan ribuan negara bahkan ditonton jutaan mata justru pemimpin kita tak mampu menegaskan walaupun hanya sekedar kata-kata untuk membela saudara muslim Palestina.

Agar peperangan di Palestina segera dihentikan, bukankah ini suatu kehormatan dan kesempatan besar bagi negara kita untuk memberikan dukungan secara diplomatis bagi Palestina, menyuarakan kemerdekaan Palestina supaya diakui oleh negara-negara di dunia bukan sebaliknya mendukung zionis Israel, jadi solusi dua negara bukanlah jalan keluar karena yang Palestina butuhkan adalah kemerdekaan untuk selamanya bukan bagi lahan atau kekuasaan diatas solusi dua negara.

Sangat disayangkan sekali bagi seorang pemimpin muslim tapi tak berpihak kepada muslim, bahkan negara mayoritas muslim terbesar  tapi tak mampu membela saudara muslimnya sendiri di Palestina, padahal sudah jelas bukti kekejaman zionis Israel negara-negara Islam dan dunia seakan menutup mata dan telinga mereka dari tangisan dan jeritan bahkan darah yang mengalir deras tetap tidak mampu membuat hati mereka tergerak, mereka semua tetap bungkam dan membisu.

PBB yang selama ini dipuji dan dielu-elukan dapat menghentikan peperangan Palestina dan Israel justru PBB yang menjembatani jalannya untuk memuluskan misi-misi Israel yang ingin menguasai tanah Palestina. Berbagai cara Israel lakukan demi kepentingannya jadi solusi dua negara hanyalah tameng agar memperpanjang kekejaman Israel terhadap Palestina dan demi mendapatkan tujuannya menguasai tanah Palestina,

Hukum dunia atau PBB sama saja mereka tidak dapat menghentikan kekejaman serta genosida yang dilakukan Israel negara-negara Islam yang memiliki kekuatan militer pun mereka juga tidak berani menghadapi Israel.

Allah Swt berfirman:

وَٱقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُم مِّنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ

Perangilah mereka di mana saja kalian jumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian (TQS al-Baqarah [2]: 191).

Jika didalam kepemimpinan Islam semua tindakan kejahatan akan disanksi dihukum sesuai dengan kejahatan yang dilakukan serta pemimpin akan berbuat adil dan hukum ditegakkan sesuai dengan syariat Islam yang salah akan dihukum sesuai dengan bukti kejahatan tidak seperti hari ini, sudah cukup lama peperangan Palestina-Isreal terjadi namun tidak ada satupun hukum yang dapat mengadili kekejaman Israel terhadap Palestina dengan banyaknya korban yang berjatuhan tetap saja tidak mampu menghukum Israel.

Faktanya untuk mengakhiri penjajahan yang terjadi di Palestina saja negara yang mengirim bantuan militer masih tarik ulur seandainya disetiap negara-negara Islam semua bersatu mengirimkan bantuan militer ke palestina tentu saja tidak akan berlangsung cukup lama peperangan Palestina-Isreal karena dengan bersatunya negara-negara Islam dapat mengalahkan Israel, karena sesungguhnya selain bantuan makanan dan obat-obatan yang paling penting dan utama yang dibutuhkan adalah bantuan militer untuk menghancurkan zionis Israel.

Namun itu semua tidak pernah terjadi karena banyaknya negara-negara Islam yang takut bahkan justru malah mereka bersatu untuk kepentingan pribadi, politik masing-masing negara dengan mengatas namakan perdamaian dibawah naungan PBB dengan mencetuskan solusi dua negara akankah negara kita juga menjadi negara yang sama seperti negara-negara Islam yang lainnya yang takut membela saudara muslimnya sendiri padahal demi kepentingan agamanya.

Oleh sebab itu umat Islam di seluruh dunia harus bersatu karena ini adalah musibah yang dialami umat Islam di seluruh dunia adanya diskriminasi, kejahatan, kekejaman serta genosida yang dialami oleh umat Islam di dunia adalah karena diamnya para pemimpin-pemimpin Islam yang tidak bisanya membela harga diri serta kehormatan umat dan juga tidak bisa mempertahankan tanah kaum muslimin, hanya dengan menegakkan hukum dan syariat Islam serta menjalankan kembali kehidupan Islam diatas muka bumi dibawah naungan khilafah kehidupan umat yang aman, damai dan sejahtera dapat terwujud.

Wallahu' alam bish-shawab


Share this article via

44 Shares

0 Comment